01. Dari 'Amru Bin Huraits r.a bahwa Abu Bakar r.a sembuh dari sakitnya, kemudian dia pergi menemui orang-orang dan meminta maaf kerana sesuatu dan berkata;
"Kami tidak menginginkan kecuali kebaikan", lalu berkata; "Rasulullah saw telah bersabda kepada kami, bahwa Dajjal akan muncul dari bumi bahagian timur, yang disebut Khurasan, banyak manusia yang mengikutinya, wajah mereka bagaikan alat yang ditempa (perisai)." [00033]
02. Dari Jabir bin Samurah r.a dan dari Nafi' bin Utbah bin Abu Waqqash berkata : Rasulullah saw bersabda, "Kalian akan memerangi Jazirah Arab kemudian Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Persia dan Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Romawi dan Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Dajjal dan Allah menaklukkannya untuk kalian." Nafi' berkata; Jabir berkata; "Dajjal tidak akan keluar sampai Romawi ditaklukkan." [1458]
03. Dari Abu Ubaidah bin Al Jarrah r.a : Dari Nabi saw, bahawa Beliau menyebutkan tentang Dajjal, lalu beliau memperincikan dengan cirri-cirinya yang aku tidak dapat mengingatnya." Para sahabat bertanya; "Wahai Rasulullah bagaimana hati kami ketika itu, apakah seperti hari ini?" beliau menjawab; "Atau (boleh jadi) lebih baik." [1600]
04. Dari Ibnu Umar r.a ia berkata : "Rasulullah saw bersabda, "Dajjal akan turun pada dataran yang subur ini dengan melewati satu lembah, dan golongan yang paling banyak keluar untuk menuju kepadanya ialah dari kalangan kaum wanita, sehingga seorang laki-laki akan kembali menemui isterinya, ibu, anak perempuan, saudara perempuan dan kepada bibinya untuk mengikat mereka dengan tali kerana khuatir mereka akan keluar menuju kepadanya (Dajjal).
Kemudian Allah Ta'ala akan menjadikan kaum muslimin berkuasa atasnya sehingga mereka pun akhirnya dapat membunuhnya dan menghabisi kelompoknya, sampai-sampai ada seorang Yahudi yang bersembunyi di balik pohon atau batu besar, lalu batu besar itu atau pohon itu berkata kepada orang muslim, 'Ini ada seorang Yahudi di bawahku, bunuhlah ia!." [5099]
05. Abdullah bin Umar berkata : Kami diceritai tentang Haji Wada' namun kami tidak mengetahui hal itu adalah wada' (haji perpisahan) Rasulullah saw. Pada saat Haji Wada' Rasulullah saw berkhutbah, beliau menyebut-nyebut Masih Ad Dajjal kemudian beliau terus menyebutnya berulang kali hingga beliau bersabda:
"Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi kecuali dia mengingatkan umatnya (dari bahaya Dajjal), Nuh telah mengingatkan umatnya dan juga para Nabi yang datang setelahnya. Ketahuilah bahwa Dajjal tidaklah tersembunyi, dan jangan sekali-kali tersembunyi dari kalian. Dan Rabb kalian tidaklah buta sebelah.
Ketahuilah bahwa Dajjal tidak tersembunyi dari kalian, dan jangan sekali-kali tersembunyi dari kalian, dan Rabb kalian tidaklah buta sebelah.” [5909]
06. ... Abdullah bin 'Amr r.a berkata: Rasulullah saw bersabda, "Dajjal akan muncul di tengah-tengah umatku lalu ia akan tinggal bersama mereka selama empat puluh. "Aku tidak tahu apakah itu empat puluh hari, empat puluh tahun, empat puluh malam, atau empat puluh bulan. "Lalu Allah 'azza wajalla membangkitkan Isa bin Maryam a.s dan wajahnya seperti Urwah bin Mas'ud Ats Tsaqafi.
Ia akan muncul dan membinasakan Dajjal. Setelah itu manusia hidup dalam keadaan damai dan (hampir) tidak ada pertikaian antara dua anak manusia, kemudian Allah Ta'ala menghembuskan angin dingin yang datang dari arah negeri Syam. Tidak ada seorangpun yang di dalam hatinya terdapat sebiji sawi keimanan kecuali Dia pasti akan mengambil nyawanya (mewafatkannya) hingga jika ada diantara mereka yang bersembunyi di perut gunung nescaya angin itu akan mendatanginya."
Ia (Abdullah) berkata: Aku mendengarnya dari Rasulullah saw, "Kemudian tinggallah manusia-manusia yang jahat, yang selalu bersegera dalam melakukan kejahatan. Mereka tidak mengenal kebajikan dan tidak mengingkari kemungkaran. " Beliau berkata (melanjutkan sabdanya): "Kemudian syaitan menampakkan dirinya dan menyeru, 'Mahukah kalian menerima ajakanku? ' Kemudian ia menyuruh mereka, hingga mereka pun menyembah berhala-berhala padahal mereka telah diberikan rezeki yang banyak dan kehidupan yang nyaman.
Kemudian ditiuplah sangkakala, dan tidak ada seorang pun yang mendengarnya kecuali pasti ia akan memiringkan kepalanya. Dan manusia yang paling pertama mendengarnya ialah seorang lelaki yang sedang memperbaiki kolamnya, kemudian ia terkejut hingga menemui ajalnya.
Lalu tidak tersisa seorang pun kecuali ia pasti binasa. Kemudian Allah menurunkan hujan rintik-rintik lalu dengan jasad manusia tumbuh kembali dan bermunculan dari dalam kubur.
Kemudian ditiuplah sangkakala untuk kedua kalinya dan tiba-tiba manusia berdiri (untuk menunggu keputusan)." Beliau berkata: "Kemudian dikatakan, 'Wahai manusia, mendekatlah kalian kepada Rabb kalian! ' (Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) kerana sesungguhnya mereka akan ditanya).
'Beliau berkata: "Kemudian dikatakan, 'Keluarkanlah penghuni neraka! '". Beliau berkata: "Lalu ditanyakan, 'Berapa? ' Dia menjawab, 'Setiap seribu orang keluarkanlah sembilan ratus sembilan puluh sembilan dari mereka. 'Maka pada hari itu anak-anak dibangkitkan dalam keadaan telah beruban dan pada hari itu pula betis disingkapkan."
Muhammad bin Ja'far berkata: Syu'bah meceritakan hadits ini kepadaku berkali-kali, dan akupun memaparkannya kepadanya. [6268]
07. Dari Jabir bin Abdullah r.a, sesungguhnya dia berkata : Rasulullah saw bersabda: "Dajjal akan keluar saat terjadinya krisis dalam memeluk agama dan banyak yang meninggalkan ilmu. Dia mengelilingi bumi selama empat puluh malam, sehari lamanya ada yang seperti satu tahun. Sehari di dalamnya, ada yang lamanya seperti satu bulan. Satu hari di dalamnya lamanya seperti satu minggu, lalu semua harinya sebagaimana hari kalian ini.
Dia mempunyai keldai dan dinaikinya, jarak antara kedua telinganya empat puluh dhiro' (hasta). Dia berkata kepada manusia, saya adalah tuhan kalian. Dia buta salah satu matanya. Dan tuhan kalian tidaklah buta sebelah. Tertulis antara kedua matanya KAFIR, KAF -FA’- RO’ yang dapat dieja setiap orang mukmin baik yang boleh menulis mahu pun yang tidak.
Dia mendatangi semua sumber-sumber air dan menghabiskannya, dan juga memasuki semua kota kecuali Madinah dan Makkah, kerana Allah telah mengharamkan keduanya. Para malaikat berdiri di pintu-pintunya. (Dajjal) membawa segunung roti dan manusia (semuanya) dalam kesusahan kecuali yang mengikutinya.
Dia mempunyai dua sungai, saya (Rasulullah saw) lebih tahu keduanya daripada dia sendiri. Sungai yang dikatakan syurga dan sungai yang dikatakannya neraka. Siapa yang dimasukkan ke dalam syurganya maka itu sebenarnya adalah neraka, dan yang dimasukkan ke dalam neraka itu sebenarnya adalah syurga ".
(Rasulullah saw) bersabda: “Allah mengutus bersamanya para syaitan, yang akan mengajak berbicara kepada orang-orang, dia membawa fitnah yang sangat dahsyat. Dia seolah-olah boleh memerintahkan langit sehingga menurunkan hujan menurut penglihatan manusia, membunuh orang lalu menghidupkannya kembali menurut pandangan mereka, tidak ada yang mengalahkannya dari kalangan manusia.
Dia berkata; Wahai manusia, bukankah tidak dapat melakukan hal ini kecuali Rabb Azza wa Jalla".
(Rasulullah saw) bersabda: "Lalu orang-orang muslim lari ke gunung Dukhan di Syam, lalu dia mendatangi mereka dan mengepungnya dengan kepungan yang sangat ketat dan sangat susah payah, lalu turunlah 'Isa bin Maryam, Beliau memanggil di waktu menjelang subuh.
Lalu Beliau berkata, 'Wahai manusia, apa yang membuat kalian keluar menghindari pendusta yang sangat keji itu?’
Lalu mereka menjawab, 'Ini adalah seorang yang keji.' Lalu mereka meninggalkannya dan mengikuti 'Isa bin Maryam alaihissalam, lalu dilaksanakan solat, lalu dikatakan kepadanya, 'Majulah wahai Ruh Allah', lalu Isa mengatakan, 'Agar imam kalian maju dan memimpin solat kalian'. Setelah mereka selesai solat subuh mereka keluar menuju 'Isa".
(Rasulullah saw) berkata; tatkala Dajjal melihat (Nabi Isa a.s), dia mencair sebagaimana garam yang mencair dalam air, lalu ('Isa bin Maryam Alahissalam) berjalan menuju dia dan membunuhnya, sampai pohon dan batu saja memanggil 'Wahai ruh Allah ini orang Yahudi', maka dia tidak meninggalkan seorangpun yang mengikuti (Dajjal) kecuali beliau membunuhnya. [14126]
08. Dari Sha'bi bin Jatstsamah bin Qais bin 'Abdullah Ya'mar r.a : Sesungguhnya saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda, "Dajjal tidak akan keluar sampai manusia lupa menyebutnya dan sampai para pemimpin lupa menyebutkannya di atas mimbar." [16073]
09. Dari Mutharrif bin 'Abdullah bin Asy Syakhir dia berkata; Imran bin Hushain bin 'Ubaid bin Khalaf r.a berkata kepadaku : Sungguh aku akan menceritakan kepadamu satu hadis hari ini, agar Allah Azza Wa Jalla memberikan manfaat padamu di hari-hari yang akan datang, ingatlah bahawa sebaik-baik hamba Allah Tabaraka wa Ta'ala pada hari kiamat adalah umat Muhammad, dan ingatlah bahawa akan selalu ada sekelompok manusia dari pemeluk agama Islam yang selalu berperang membela kebenaran dan selalu memenangkannya dari musuh-musuh mereka hingga mereka berhasil membunuh Dajjal. [19049]
10. Dari 'Imran bin Hushain r.a ia berkata : Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa mendengar berita tentang Dajjal, maka menjauhlah darinya!." (beliau mengulanginya hingga tiga kali), kerana orang yang mendatanginya, nescaya ia akan mengikutinya kerana menyangkanya sebagai orang yang benar dengan syubhat (kesamaran) yang Dajjal bawa." [19118]
11. Dari Ubay bin Ka'ab bin Qais r.a : Rasulullah saw bersabda, "Salah satu dari kedua matanya (Dajjal) seperti kaca berwarna hijau, dan berlindunglah kalian kepada Allah Tabaaraka Wa Ta'ala dari siksa kubur." [20220]
12. Dari Hudzaifah bin Al Yaman r.a : Nabi saw bersabda, "Dalam umatku ada para pendusta dan Dajjal. Dajjal sebanyak dua puluh tujuh, diantara mereka ada empat orang wanita, aku adalah penutup para nabi, tidak ada Nabi setelahku." [22269]
13. Dari Hafshah binti 'Umar bin Al Khaththab r.anha : Nabi saw bersabda, "Sesungguhnya pertama kali Dajjal keluar kepada manusia, ia dalam keadaan marah." [25222]
14. Dari Abu Darda' r.a : Nabi saw bersabda, "Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi, maka ia terlindung dari fitnah Dajjal." Hajjaj (Syu'bah bin Al Hajjaj bin Al Warad) menyebutkan, "Barangsiapa membaca sepuluh terakhir dari surat Al Kahfi." [26244]
15. Dari Fatimah binti Qais r.anha : Suatu hari Rasulullah saw datang dengan tergesa-gesa seraya naik mimbar, maka diserukanlah, “Hendaklah solat berjamaah”, orang-orang pun berkumpul, kemudian beliau bersabda:
"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku tidak menyeru kalian untuk menakut-nakuti dan mengejutkan kalian, akan tetapi Tamim Ad-Dari telah menceritakan kepadaku bahawa sekelompok manusia dari penduduk Palestin telah mengharungi lautan, lalu mereka diterpa angin (ribut) sampai terdampar di sebuah pulau dari beberapa pulau di lautan.
Tiba-tiba mereka bertemu dengan makhluk yang berambut panjang (berbulu lebat) sehingga tidak diketahui apakah dia laki-laki atau perempuan kerana rambutnya sangat lebat.
Mereka bertanya, 'Siapa kamu? Makhluk itu menjawab, 'Aku adalah Jassasah'.
Mereka bertanya, 'Mahukah kamu bercerita kepada kami? ' Makhluk itu menjawab, 'Aku bukanlah orang yang bercerita dan bukan pula yang meminta cerita kepada kalian, akan tetapi pergilah ke tempat peribadatan (biara) ini, di sana ada seorang laki-laki yang memerlukan cerita-cerita dari kalian dan dia akan bercerita untuk kalian.'
Kemudian mereka memasuki biara, tiba-tiba mereka bertemu dengan seorang laki-laki yang buta sebelah matanya dan terbelenggu rantai.
Dia bertanya, 'Siapa kalian?’ Mereka menjawab, 'Kami adalah orang-orang Arab.’
Dia bertanya lagi, 'Apakah sudah ada seorang Nabi yang diutus untuk kalian?'
Mereka menjawab, 'Ya.'
Dia berkata, 'Apakah orang-orang arab mengikutinya? ' Mereka menjawab, 'Ya.' Dia lalu berkata, 'Itu lebih baik bagi mereka.'
Lantas dia bertanya, 'Apa yang diperbuat oleh (orang-orang) Persia? Apakah dia (Nabi saw) dapat menguasainya (atau mengalahkannya)? Mereka menjawab, 'Tidak.' Dia lalu berkata, 'Sesungguhnya mereka akan dapat menguasainya.'
Kemudian dia bertanya lagi, 'Apa yang terjadi dengan mata air Zughar?’ Mereka menjawab, 'Dia mengeluarkan air dengan banyak.'
Kemudian dia bertanya lagi, 'Apa yang terjadi dengan pohon kurma yang ada di Baisan, apakah ia memberikan kecukupan makan? ' Mereka menjawab, 'Ya, untuk penduduknya.'
Kemudian dia berdiri dengan cepat, sehingga kami mengira bahwa dia akan lepas, maka kami berkata, 'Siapa kamu? ' Dia menjawab, 'Aku adalah Dajjal, aku akan menginjakkan kakiku ke semua penjuru bumi, kecuali Makkah dan Taibah.”
Maka Rasulullah saw bersabda: "Aku khabarkan berita gembira ini wahai orang-orang Muslim, (Kota Madinah) ini adalah Taibah yang tidak akan dimasuki oleh Dajjal." [26084]
Tuesday, February 2, 2016
Antara Hadis Sahih Tentang Dajjal
Dari Ibnu 'Umar berkata : "Kemudian Nabi saw berdiri di hadapan manusia, lalu memuji Allah yang Dia satu-satunya yang paling berhak dipuji kemudian Beliau menyebutkan masalah ad-Dajjal dan bersabda: "Sungguh aku mengingatkan kalian tentangnya dan tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah mengingatkan kaumnya tentang Dajjal itu. Sungguh Nabi Nuh 'Alaihissalam telah mengingatkan kaumnya. Akan tetapi aku katakan kepada kalian tentangnya yang para Nabi (sebelumku) belum pernah mengatakannya, iaitu bahawa ad-Dajjal itu a'war (buta sebelah matanya) dan sesungguhnya Allah tidaklah buta sebelah". [2829] Sahih Bukhari
Perkataan ‘tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah mengingatkan kaumnya tentang Dajjal’ bermakna perkara mengenai Dajjal ini sangat-sangat penting. Maka dengan itulah kami cuba mengumpulkan seberapa yang ada mengenai hadis-hadis perihal Dajjal (tidak semua). Hadis mengenai kedatangan Dajjal ini adalah mutawatir, mengingkarinya boleh menyebabkan kekufuran.
Perlu diingat, bahawa Dajjal itu bukanlah hawa nafsu atau bentuk-bentuk yang pelik sebagaimana terdapat beberapa kisah mengenainya, tetapi Dajjal itu seperti susuk tubuh manusia biasa dan buta sebelah matanya serta dikurniakan perkara-perkara ajaib oleh Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana sebagai ujian terbesar kepada umat manusia.
Terdapat beberapa ratus hadis mengenainya termasuk yang berulang dan daif. Saya hanya memilih dari riwayat yang terkuat dan hadis-hadis yang berulang tidak dimasukkan kecuali sebab-sebab tertentu, seperti menguatkan hadis yang lain atau penambahan dari perawi yang kuat hafalannya. Perlu diingatkan sekali lagi, saya tidak meletakkan seluruh hadis mengenai Dajjal di sini. Wallahu'alam.
Hadis-Hadis Tentang Dajjal
1. Riwayat Al-Bukhari
2. Riwayat Muslim
3. Riwayat Abu Daud
4. Riwayat Tirmidzi
5. Riwayat Nasa'i
6. Riwayat Ibnu Majah
7. Riwayat Ahmad
Perkataan ‘tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah mengingatkan kaumnya tentang Dajjal’ bermakna perkara mengenai Dajjal ini sangat-sangat penting. Maka dengan itulah kami cuba mengumpulkan seberapa yang ada mengenai hadis-hadis perihal Dajjal (tidak semua). Hadis mengenai kedatangan Dajjal ini adalah mutawatir, mengingkarinya boleh menyebabkan kekufuran.
Perlu diingat, bahawa Dajjal itu bukanlah hawa nafsu atau bentuk-bentuk yang pelik sebagaimana terdapat beberapa kisah mengenainya, tetapi Dajjal itu seperti susuk tubuh manusia biasa dan buta sebelah matanya serta dikurniakan perkara-perkara ajaib oleh Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana sebagai ujian terbesar kepada umat manusia.
Terdapat beberapa ratus hadis mengenainya termasuk yang berulang dan daif. Saya hanya memilih dari riwayat yang terkuat dan hadis-hadis yang berulang tidak dimasukkan kecuali sebab-sebab tertentu, seperti menguatkan hadis yang lain atau penambahan dari perawi yang kuat hafalannya. Perlu diingatkan sekali lagi, saya tidak meletakkan seluruh hadis mengenai Dajjal di sini. Wallahu'alam.
Hadis-Hadis Tentang Dajjal
1. Riwayat Al-Bukhari
2. Riwayat Muslim
3. Riwayat Abu Daud
4. Riwayat Tirmidzi
5. Riwayat Nasa'i
6. Riwayat Ibnu Majah
7. Riwayat Ahmad
Monday, February 1, 2016
KISAH NABI ILYAS AS
Ilyas merupakan keturunan keempat Nabi Harun. Ia adalah putra Yasin bin Fanhash bin Aizar bin Harun. Ilyas adalah Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah Swt. untuk mengingatkan kaum Bani Israil yang kufur, yaitu penduduk negeri Baalbek, sebuah darah di Libanon. Mereka menyembah berhala bernama Baal.
Nabi Ilyas 'alaihissalam berdakwah agar kaumnya mau meninggalkan kebiasaan buruk mereka menyembah berhala. Berkali-kali Nabi Ilyas mengingatkan, namun mereka tidak pernah menghiraukan. Menyadari kaumnya tidak mematuhi seruannya, Nabi Ilyas meminta agar Allah Swt. menurunkan azab-Nya. Maka datanglah bencana kekeringan melanda negeri Baalbek. Kisah Nabi Ilyas ini tidak banyak diceritakan dalam Al Qur'an. Nama Ilyas hanya disebut empat kali, yaitu dalam surah al-An'am ayat 85 serta surah as-Saffat ayat 123, 129 dan 130.
Nama lain
Il yaa siin adalah nama lain bagi nabi Ilyas dengan dialek non Arab, sebagaimana mereka menyebut nabi Isma'il dengan: Is Maa 'Iin. Hal ini terdapat pada Al-Qur'an surat Ash-Shaaffaat ayat :30, yang artinya
"Selamat Sejahtera untuk Ill Yaa Siin"
Ilyas diangkat sebagai Rosul
Allah mengutus Ilyas sebagai Rasul terdapat dalam Al Qur'an Surat Ash-Shaaffaat ayat 123 berikut ini. yang artinya,
"Sesungguhnya Ilyas tergolong juga orang yang kami kirim sebagai Rasul"
Dakwah Nabi Ilyas as kepada kaum Bani Israil yang kufur, yaitu penduduk negeri Baalbek
Baalbek merupakan sebuah kota yang sekarang berada dalam wilayah Libanon. Pada masa Nabi Ilyas, kota ini didiami oleh bangsa Fenisia, yang merupakan bangsa pelaut terkenal. Bangsa ini menyembah berhala Baal. Sampai sekarang masih ada sebuah bangunan altar bernama Heliopolis yang diyakini sebagai tempat penyembahan bangsa Fenisia kepada Dewa Baal. Nama kota Baalbek sendiri diambil dari nama Baal, dewa bangsa Fenisia. (Sumber:Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.3)
Nabi Ilyas mendapat tugas dari Allah Swt. untuk menyadarkan kaum Bani Israil yang suka menyembah berhala Baal. Ilyas mengingatkan kaumnya, bahwa berhala yang mereka sembah itu bukan tuhan yang sebenarnya. Ia juga menyerukan agar mereka takut kepada Allah Swt. yang menciptakan alam semesta, dan menegaskan bahwa Allah Swt. adalah Tuhan para pendahulu mereka. Namun kaum Bani Israil mendustakan seruan Ilyas tersebut. Kisah Nabi Ilyas yang memperingatkan kaumnya itu terdapat dalam Al-Qur'an surah as-Saffat ayat 124-128 di bawah ini, yang artinya:
Al-Qur'an surat Ash-Shaaffaat
124. Ingatlah ketika ia bertanya kepada kaumnya: "Mengapa kamu tidak bertakwa kepada Allah?"
125. Mengapa kamu sembah ba'l, dan kamu tinggalkan Tuhan Maha Pencipta yang sebaik-baiknya.
126. Yaitu Allah, Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang dahulu?'
127. Tapi mereka mendustakannya. karena itu mereka akan diseret pada hari kiamat untuk disiksa.
128. Kecuali hamba-hamba Allah yang telah disucikan dari dosanya.
Azab kepada kaum Nabi Ilyas yang durhaka
Karena kaum Nabi Ilyas durhaka, Allah Swt. menurunkan azab berupa kemarau panjang selama tiga tahun berturut-turut. Semua tanaman dan hewan mati karena kelaparan. Kaum Nabi Ilyas akhirnya menyadari kesalahan mereka. Mereka bersedia meninggalkan berhala dan berjanji tidak menyembahnya lagi. Karena mereka sadar, Nabi Ilyas memohon kepada Allah Swt. agar menurunkan hujan ke tengah- tengah kaumnya. Namun setelah menikmati kemakmuran hidup, kaum Nabi Ilyas kembali ingkar. Mengetahui kekufuran kaumnya, Nabi Ilyas pun berdoa agar Allah Swt. menarik kembali nikmat yang telah dicurahkan kepada kaumnya dan mereka kembali ditimpa bencana yang lebih dahsyat daripada bencana sebelumnya.
Penerus nabi Ilyas 'alaihissalam
Nabi Ilyas memiliki seorang anak angkat bernama Ilyasa. Ia sering menemani Nabi Ilyas dalam melaksanakan tugasnya berdakwah, terutama ketika Nabi Ilyas sudah menginjak usia tua. Setelah Nabi Ilyas meninggal dunia, Allah Swt. mengutus Ilyasa untuk melanjutkan tugas ayahnya menyampaikan dakwah kepada kaumnya.
Nabi Ilyas 'alaihissalam berdakwah agar kaumnya mau meninggalkan kebiasaan buruk mereka menyembah berhala. Berkali-kali Nabi Ilyas mengingatkan, namun mereka tidak pernah menghiraukan. Menyadari kaumnya tidak mematuhi seruannya, Nabi Ilyas meminta agar Allah Swt. menurunkan azab-Nya. Maka datanglah bencana kekeringan melanda negeri Baalbek. Kisah Nabi Ilyas ini tidak banyak diceritakan dalam Al Qur'an. Nama Ilyas hanya disebut empat kali, yaitu dalam surah al-An'am ayat 85 serta surah as-Saffat ayat 123, 129 dan 130.
Nama lain
Il yaa siin adalah nama lain bagi nabi Ilyas dengan dialek non Arab, sebagaimana mereka menyebut nabi Isma'il dengan: Is Maa 'Iin. Hal ini terdapat pada Al-Qur'an surat Ash-Shaaffaat ayat :30, yang artinya
"Selamat Sejahtera untuk Ill Yaa Siin"
Ilyas diangkat sebagai Rosul
Allah mengutus Ilyas sebagai Rasul terdapat dalam Al Qur'an Surat Ash-Shaaffaat ayat 123 berikut ini. yang artinya,
"Sesungguhnya Ilyas tergolong juga orang yang kami kirim sebagai Rasul"
Dakwah Nabi Ilyas as kepada kaum Bani Israil yang kufur, yaitu penduduk negeri Baalbek
Baalbek merupakan sebuah kota yang sekarang berada dalam wilayah Libanon. Pada masa Nabi Ilyas, kota ini didiami oleh bangsa Fenisia, yang merupakan bangsa pelaut terkenal. Bangsa ini menyembah berhala Baal. Sampai sekarang masih ada sebuah bangunan altar bernama Heliopolis yang diyakini sebagai tempat penyembahan bangsa Fenisia kepada Dewa Baal. Nama kota Baalbek sendiri diambil dari nama Baal, dewa bangsa Fenisia. (Sumber:Ensiklopedi Islam untuk Pelajar - no.3)
Nabi Ilyas mendapat tugas dari Allah Swt. untuk menyadarkan kaum Bani Israil yang suka menyembah berhala Baal. Ilyas mengingatkan kaumnya, bahwa berhala yang mereka sembah itu bukan tuhan yang sebenarnya. Ia juga menyerukan agar mereka takut kepada Allah Swt. yang menciptakan alam semesta, dan menegaskan bahwa Allah Swt. adalah Tuhan para pendahulu mereka. Namun kaum Bani Israil mendustakan seruan Ilyas tersebut. Kisah Nabi Ilyas yang memperingatkan kaumnya itu terdapat dalam Al-Qur'an surah as-Saffat ayat 124-128 di bawah ini, yang artinya:
Al-Qur'an surat Ash-Shaaffaat
124. Ingatlah ketika ia bertanya kepada kaumnya: "Mengapa kamu tidak bertakwa kepada Allah?"
125. Mengapa kamu sembah ba'l, dan kamu tinggalkan Tuhan Maha Pencipta yang sebaik-baiknya.
126. Yaitu Allah, Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang dahulu?'
127. Tapi mereka mendustakannya. karena itu mereka akan diseret pada hari kiamat untuk disiksa.
128. Kecuali hamba-hamba Allah yang telah disucikan dari dosanya.
Azab kepada kaum Nabi Ilyas yang durhaka
Karena kaum Nabi Ilyas durhaka, Allah Swt. menurunkan azab berupa kemarau panjang selama tiga tahun berturut-turut. Semua tanaman dan hewan mati karena kelaparan. Kaum Nabi Ilyas akhirnya menyadari kesalahan mereka. Mereka bersedia meninggalkan berhala dan berjanji tidak menyembahnya lagi. Karena mereka sadar, Nabi Ilyas memohon kepada Allah Swt. agar menurunkan hujan ke tengah- tengah kaumnya. Namun setelah menikmati kemakmuran hidup, kaum Nabi Ilyas kembali ingkar. Mengetahui kekufuran kaumnya, Nabi Ilyas pun berdoa agar Allah Swt. menarik kembali nikmat yang telah dicurahkan kepada kaumnya dan mereka kembali ditimpa bencana yang lebih dahsyat daripada bencana sebelumnya.
Penerus nabi Ilyas 'alaihissalam
Nabi Ilyas memiliki seorang anak angkat bernama Ilyasa. Ia sering menemani Nabi Ilyas dalam melaksanakan tugasnya berdakwah, terutama ketika Nabi Ilyas sudah menginjak usia tua. Setelah Nabi Ilyas meninggal dunia, Allah Swt. mengutus Ilyasa untuk melanjutkan tugas ayahnya menyampaikan dakwah kepada kaumnya.
KISAH NABI DAWUD AS
Nabi Daud as (bahasa Arab: داوود atau داود Dāwūd) (sekitar 1041-971 SM) adalah nabi dan rasul Allah yang diberi kitab Zabur. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1010 SM.
Genealogi: Daud bin Aisya (Eeshia) bin Awid dari keturunan Yahuda bin Ya'qub. Ia merupakan keturunan ke-13 dari Ibrahim melalui Ishaq.
Biografi
Diperkirakan Dawud hidup selama 70 hingga 106 tahun. Dia diangkat menjadi nabi pada tahun 1010 SM. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa ia orang yang dapat mengalahkan Jalut dan diberi mukjizat dapat melunakkan dan membengkokkan besi. Dawud juga disebutkan di dalam Al-Qur'an sebagai anak muda yang berhasil membunuh Jalut (Goliath), ketika Bani Israil sangat takut untuk berhadapan dengannya.
Allah s.w.t berfirman:
"Tatkala mereka tampak oleh jalut dan tenteranya, mereka pun berdoa: 'Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kukuhkanlah pendirian kami terhadap orang-orang kafir.' Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah memberinya kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rosaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai kurnia (yang dicurahkan) atas semesta alam." (QS. al-Baqarah: 250-251)
Allah s.w.t berfirman:
"Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia Kami. (Kami berfirman): 'Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud', dan Kami telah melunakkan besi padanya. (Yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang soleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Saba': 10- 11)
"Dan telah Kami tundukan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud, dan Kamilah yang melakukannya. Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi kepada kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah)." (QS. al-Anbiya': 79-80)
Di antara para nabi Allah yang lain, ia menerima wahyu berupa Zabur. Ia selalu mengingat setiap bacaan kitab Zabur dan sangat fasih dengan suara yang merdu dalam membacanya. Ketika Daud duduk, maka ia bertasbih kepada Allah s.w.t dan memuliakan-Nya. Allah s.w.t memilih Daud sebagai Nabi dan memberinya Kitab Zabur. Allah s.w.t berfirman:
"Tuhanmu juga lebih mengetahui siapa ynag ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Kami telah memberikan keutamaan kepada sebagian para nabi melebihi dari sebagian yang lain, sedangkan kepada Daud telah kami berikan Zabur." (QS. al-Isra': 55)
Zabur adalah kitab suci seperti Kitab Taurat. Daud membaca kitab tersebut dan bertasbih kepada Allah s.w.t. Saat beliau bertasbih, gunung-gunung juga ikut bertasbih, dan burung-burung pun berkumpul bersama beliau.
Dari beberapa kisah Dawud di dalam Qur'an, dinyatakan bahwa ia juga sebagai Raja Dawud.
Allah s.w.t berfirman:
"Dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu pagi dan petang, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing amat taat kepada Allah. Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan." (QS. Shad: 17-20)
Dua tamu misterius
Pada suatu hari Nabi Daud duduk di mihrabnya yang di situ ia solat dan beribadah. Ketika ia memasuki kamarnya, ia memerintahkan para pengawalnya untuk tidak mengizinkan seseorang pun masuk menemuinya atau mengganggunya saat ia solat. Tiba-tiba, beliau dikejutkan ketika melihat dua orang lelaki berdiri di hadapannya. Daud takut kepada mereka berdua kerana mereka berani masuk, padahal ia telah memerintahkan agar tak seorang pun masuk menemuinya. Daud bertanya kepada mereka: "Siapakah kalian berdua?" Salah seorang lelaki itu berkata: "Janganlah takut wahai tuanku. Aku dan laki-laki ini berselisih pendapat. Kami datang kepadamu agar kamu memutuskan dengan cara yang benar." Daud bertanya: "Apa masalahnya?" Laki-laki yang pertama berkata: "Saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan kambing betina, sedangkan aku hanya mempunyai satu. Ia telah mengambilnya dariku." Ia berkata: "Berikanlah kepadaku, lalu ia mengambilnya dariku." Daud berkata tanpa mendengar pendapat atau argumentasi pihak yang lain: 'Sesungguhnya dia telah berbuat lalim kepadamu dengan meminta kambingmu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya dari kebanyakan orang-orang yang berserakan itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman.'
Daud terkejut ketika tiba-tiba dua orang itu menghilang dari hadapannya. Kedua orang itu bersembunyi laksana awan yang menguap di udara. Akhirnya, Daud mengetahui bahawa kedua lelaki itu adalah malaikat yang diutus oleh Allah s.w.t kepadanya untuk memberinya pelajaran: hendaklah ia tidak mengambil keputusan hukum di antara dua orang yang berselisih kecuali setelah mendengar perkataan mereka semua. Barangkali pemilik sembilan puluh sembilan kambing itu yang benar. Daud tunduk dan bersujud serta rukuk kepada Allah s.w.t dan meminta ampun kepada-Nya. Allah s.w.t berfirman:
"Dan sampaikah kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar? Ketika mereka masuk (menemui) Daud lalu ia terkejut dengan (kedatangan) mereka. Mereka berkata: 'Janganlah kamu merasa takut, (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat lalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata: 'Serahkanlah kambing itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan.' Daud berkata: 'Sesungguhnya dia telah berbuat lalim kepadamu dengan meminta kambingmu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya dari kebanyakan orang-orang yang berserikat itu sebaagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang soleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa kami mengujinya; maka ia meminta. ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik." (QS. Shad: 21-25)
Dawud di kebumikan di Baitul Maqdis, Palestina dan tahtanya di gantikan oleh putra tunggalnya yaitu Sulayman/sulaiman/sulaeman. Namanya disebutkan sebanyak 16 kali di dalam Al-Quran.
Genealogi: Daud bin Aisya (Eeshia) bin Awid dari keturunan Yahuda bin Ya'qub. Ia merupakan keturunan ke-13 dari Ibrahim melalui Ishaq.
Biografi
Diperkirakan Dawud hidup selama 70 hingga 106 tahun. Dia diangkat menjadi nabi pada tahun 1010 SM. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa ia orang yang dapat mengalahkan Jalut dan diberi mukjizat dapat melunakkan dan membengkokkan besi. Dawud juga disebutkan di dalam Al-Qur'an sebagai anak muda yang berhasil membunuh Jalut (Goliath), ketika Bani Israil sangat takut untuk berhadapan dengannya.
Allah s.w.t berfirman:
"Tatkala mereka tampak oleh jalut dan tenteranya, mereka pun berdoa: 'Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kukuhkanlah pendirian kami terhadap orang-orang kafir.' Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah memberinya kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rosaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai kurnia (yang dicurahkan) atas semesta alam." (QS. al-Baqarah: 250-251)
Allah s.w.t berfirman:
"Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia Kami. (Kami berfirman): 'Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud', dan Kami telah melunakkan besi padanya. (Yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang soleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Saba': 10- 11)
"Dan telah Kami tundukan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud, dan Kamilah yang melakukannya. Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi kepada kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah)." (QS. al-Anbiya': 79-80)
Di antara para nabi Allah yang lain, ia menerima wahyu berupa Zabur. Ia selalu mengingat setiap bacaan kitab Zabur dan sangat fasih dengan suara yang merdu dalam membacanya. Ketika Daud duduk, maka ia bertasbih kepada Allah s.w.t dan memuliakan-Nya. Allah s.w.t memilih Daud sebagai Nabi dan memberinya Kitab Zabur. Allah s.w.t berfirman:
"Tuhanmu juga lebih mengetahui siapa ynag ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Kami telah memberikan keutamaan kepada sebagian para nabi melebihi dari sebagian yang lain, sedangkan kepada Daud telah kami berikan Zabur." (QS. al-Isra': 55)
Zabur adalah kitab suci seperti Kitab Taurat. Daud membaca kitab tersebut dan bertasbih kepada Allah s.w.t. Saat beliau bertasbih, gunung-gunung juga ikut bertasbih, dan burung-burung pun berkumpul bersama beliau.
Dari beberapa kisah Dawud di dalam Qur'an, dinyatakan bahwa ia juga sebagai Raja Dawud.
Allah s.w.t berfirman:
"Dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu pagi dan petang, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing amat taat kepada Allah. Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan." (QS. Shad: 17-20)
Dua tamu misterius
Pada suatu hari Nabi Daud duduk di mihrabnya yang di situ ia solat dan beribadah. Ketika ia memasuki kamarnya, ia memerintahkan para pengawalnya untuk tidak mengizinkan seseorang pun masuk menemuinya atau mengganggunya saat ia solat. Tiba-tiba, beliau dikejutkan ketika melihat dua orang lelaki berdiri di hadapannya. Daud takut kepada mereka berdua kerana mereka berani masuk, padahal ia telah memerintahkan agar tak seorang pun masuk menemuinya. Daud bertanya kepada mereka: "Siapakah kalian berdua?" Salah seorang lelaki itu berkata: "Janganlah takut wahai tuanku. Aku dan laki-laki ini berselisih pendapat. Kami datang kepadamu agar kamu memutuskan dengan cara yang benar." Daud bertanya: "Apa masalahnya?" Laki-laki yang pertama berkata: "Saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan kambing betina, sedangkan aku hanya mempunyai satu. Ia telah mengambilnya dariku." Ia berkata: "Berikanlah kepadaku, lalu ia mengambilnya dariku." Daud berkata tanpa mendengar pendapat atau argumentasi pihak yang lain: 'Sesungguhnya dia telah berbuat lalim kepadamu dengan meminta kambingmu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya dari kebanyakan orang-orang yang berserakan itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman.'
Daud terkejut ketika tiba-tiba dua orang itu menghilang dari hadapannya. Kedua orang itu bersembunyi laksana awan yang menguap di udara. Akhirnya, Daud mengetahui bahawa kedua lelaki itu adalah malaikat yang diutus oleh Allah s.w.t kepadanya untuk memberinya pelajaran: hendaklah ia tidak mengambil keputusan hukum di antara dua orang yang berselisih kecuali setelah mendengar perkataan mereka semua. Barangkali pemilik sembilan puluh sembilan kambing itu yang benar. Daud tunduk dan bersujud serta rukuk kepada Allah s.w.t dan meminta ampun kepada-Nya. Allah s.w.t berfirman:
"Dan sampaikah kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar? Ketika mereka masuk (menemui) Daud lalu ia terkejut dengan (kedatangan) mereka. Mereka berkata: 'Janganlah kamu merasa takut, (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat lalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata: 'Serahkanlah kambing itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan.' Daud berkata: 'Sesungguhnya dia telah berbuat lalim kepadamu dengan meminta kambingmu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya dari kebanyakan orang-orang yang berserikat itu sebaagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang soleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa kami mengujinya; maka ia meminta. ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik." (QS. Shad: 21-25)
Dawud di kebumikan di Baitul Maqdis, Palestina dan tahtanya di gantikan oleh putra tunggalnya yaitu Sulayman/sulaiman/sulaeman. Namanya disebutkan sebanyak 16 kali di dalam Al-Quran.
KISAH NABI YA'QUB AS
Nabi Ya'qub as (sekitar 1837-1690 SM) merupakan cucu dari Nabi Ibrahim 'alaihis salam, salah seorang nabi yang ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Syam. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1750 SM, Dari beberapa orang istrinya Ya'qub memiliki dua belas putra dan dua orang putri. Kedua belas putranya yakni Rubin, Syam'un, Lawway, Yahuda, Zabulaon, Yasakir, Dann, Gad, Asyar, Naftali, Yusuf, dan Bunyamin. Sedangkan kedua putrinya adalah Dinah dan Yathirah kembaran Benyamin.
Kelahiran Nabi Ya'qub 'alaihis salam
Kelahiran Ya’qub telah disampaikan oleh para tamu Nabi Ibrahim 'alaihis salam yang terdiri dari beberapa malaikat dari istrinya Sarah. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, “Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaqdan dari Ishaq (akan lahir puteranya) Ya’qub. “ (QS. Huud: 71)
Kisah Ya'qub dengan saudaranya
Nabi Ya'qub adalah putera dari Nabi Ishaq bin Ibrahim, sedang ibunya adalah anak saudara dari Nabi Ibrahim, bernama Rifqah binti A'zar. Ishaq mempunyai anak kembar, satu Ya'qub dan satu lagi bernama Ishu. Antara kedua saudara kembar ini tidak terdapat suasana rukun dan damai serta tidak ada menaruh kasih-sayang satu terhadap yang lain bahkan Ishu mendendam dengki dan iri hati terhadap Ya'qub saudara kembarnya yang memang dimanjakan dan lebih disayangi serta dicintai oleh ibunya. Hubungan mereka yang renggang dan tidak akrab itu makin buruk dan tegang setelah diketahui oleh Ishu bahwa Ya'qublah yang diajukan oleh ibunya ketika ayahnya minta kedatangan anak-anaknya untuk diberkahi dan didoakan, sedangkan dia tidak diberitahu dan karenanya tidak mendapat kesempatan seperti Ya'qub memperoleh berkah dan doa ayahnya, Nabi Ishaq.
Melihat sikap saudaranya yang bersikap kaku dan dingin dan mendengar kata-kata sindirannya yang timbul dari rasa dengki dan iri hati, bahkan ia selalu diancam. Maka, datanglah Yakub kepada ayahnya mengadukan sikap permusuhan itu. Melihat keadaan kedua anaknya tersebut nabi Ishaq memberi petunjuk kepada ya'qub agar pergi berhijrah ke Fadan A'raam di daerah Iraq, yakni bapak saudaranya yaitu saudara ibunya, Laban bin Batu'il. Ishaq mengatakan bahwa Ya'qub dapat mengharap dinikahkan kepada salah seorang puterinya. Dengan mengikuti pesan ayahnya tersebut maka Ya'qub berharap akan dapat bertemu dengan bapak saudaranya dan anggota-anggota keluarganya dari pihak ibunya. Segera Ya'qub mengikuti saran dari ayahnya tersebut.
Ya'qub tiba di Iraq
Nabi Ya’qub menerima wahyu dari Allah - Dalam perjalanan menuju ke Fadan A'raam, Ia berjalan pada malam hari dan beristirahat pada siang harinya. Dalam perjalanan hijrah itu, beliau tertidur di atas sebuah batu, kemudian bermimpi. Dalam mimpi itu Nabi Ya’qub as menerima wahyu dari Allah yang berbunyi “Aku Allah, tiada Tuhan melainkan aku. Aku Tuhan engkau dan Tuhan bapak engkau. Aku telah mewariskan bumi yang suci (Baitul Maqdis) untukmu dan keturunanmu, dan aku memberi berkat padanya dan aku berikan engkau kitab dan pelajaran serta hikmah dan keNabian”
Singkat cerita tibalah Ya'qub di depan pintu gerbang kota Fadan A'ram setelah berhari-hari menempuh perjalanan. Sesampainya disalah satu persimpangan jalan, dia berhenti sebentar bertanya salah seorang penduduk untuk menanyakan di mana letaknya rumah saudara ibunya Laban barada. Laban seorang kaya-raya yang kenamaan pemilik dari suatu perusahaan perternakan yang terbesar di kota itu tidak sukar bagi seseorang untuk menemukan alamatnya. Penduduk yang ditanyanya itu segera menunjuk ke arah seorang gadis yang sedang menggembala kambing seraya berkata kepada Ya'qub: "Kebetulan sekali, itulah dia anak perempuan Laban, Rahel, yang akan dapat membawa kamu ke rumah ayahnya".
Ya'qubpun menjelaskan kepada gadis tersebut tentang tujuannya yang hendak menemui ayahnya, Laban, dan untuk menyampaikan pesanan (Ishaq). Maka, dengan senang hati, Rahel (anak gadis Laban) mempersilakan Ya'qub mengikutinya balik ke rumah untuk menemui ayahnya ,Laban, iaitu bapa saudara Ya'qub.
Setelah berjumpa, betapa senangnya Laban dapat bwertemu dengan Ya'qub, selanjutnya Ya'qub tinggal dirumah Laban.
Setelah selang beberapa waktu tinggal di rumah Laban , Ya'qub menyampaikan pesanan ayahnya (Ishaq), agar Ishaq dan Laban menjadi besan, dengan menikahkannya kepada salah seorang dari puteri-puterinya. Pesanan tersebut di terima oleh Laban, dia bersetuju akan menikahkan Ya'qub dengan salah seorang puterinya, Sebagai mas kawin, Ya'qub harus memberikan tenaga kerjanya di dalam perusahaan penternakan bakal mentuanya selama tujuh tahun. Ya'qub setuju dengan syarat-syarat yang dikemukakan oleh Laban. Bekerjalah Ya'qub sebagai seorang pengurus perusahaan penternakan terbesar di kota Fadan A'raam itu.
Ya'qub Menikah
Dalam perjalanan menuju rumah pamannya di Faddan Aram, Ya'qub tertidur sejenak melepas lelah. Pada saat itulah ia menerima wahyu dari Allah Swt. melalui mimpinya. Dalam mimpinya itu diwahyukan bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah, kecuali Allah; dan Allah mewariskan Baitulmakdis, kehidupan yang bahagia, dan kerajaan besar untuk Ya'qub serta keturunannya.
Tujuh tahun telah dilalui oleh Ya'qub sebagai pekerja dalam perusahaan penternakan Laban. Ya'qub menagih janji bapa saudaranya, untuk dijadikan sebagai anak menantunya. Laban menawarkan kepada Ya'akub, agar menyunting puterinya yang bernama Layya sebagai isteri. Ya'qub hanya ingin Rahel adik Laiya. Ya'qub menyatakan untuk menikah dengan Rahel, bukan Layya. Laban mengerti keinginan Ya'akub, namun keinginan Ya'qub itu ditolak karena menurut kakak harus dinikahkan lebih dahulu dari adiknya. Laban yang tidak mau mengecewakan hati Ya'qub, lalu memberi pendapat, agar menerima Layya sebagai isteri pertama. Untuk menikahi Rahel, syarat yang sama juga diberi kepada Ya'qub, sebelum Ya'qub dapat memiliki Rahel.
Begitu masa tujuh tahun kedua berakhir dinikahkanlah Ya'qub dengan Rahel. Dengan demikian Nabi Ya'qub beristerikan dua wanita bersaudara, kakak dan adik, Pada saat itu hukum menikahi dua gadis sekandung diperbolehkan, tidak melanggar adat ataupun hukum agama.
Kepada masing-masing puterinya, Laban memberikan seorang budak perempuan. Kepada Layya ia memberikan budak perempuan bernama Zulfa, dan kepada Rahel ia memberikan budak perempuan bernama Balhah. Leah dan Rahel kemudian memberikan sahaya mereka untuk diperistri pula oleh Ya'qub, sehingga istri Ya'qub menjadi 4 orang.
Lea (Li'ah/ Lay'ah/Elia): Rubin, Syam'un, Lawway, Yahuda, Yasakir, Zebulaon, Dina.
Rahel (Rachel): Yusuf, Bunyamin, Yathirah.
Bilha (Balhah, Bilahah): Dann, Naftali.
Zilpa (Zulfa, Zilfah): Jaad (Gad), Asyir (Asyer, Asher).
Dari istrinya yang bernama Layya mempunyai anak yang bernama Lawway, Lawway mempunyai anak 3 orang yaitu Jarsun, Quhas, dan Marun. Quhas mempunyai anak Imran dan Yashar. Imran mempunyai anak Maryam, Harun, dan Musa, sedangkan Yashar mempunyai Qarun, Nafiq dan Dzihun.
Wasiat sebelum wafat
Pada usia yang telah lanjut, Nabi Ya’qub mengikuti puteranya di Mesir yang yang juga seorang Nabi, yaitu Nabi Yusuf yang menjadi pembesar di Negerinya. Nabi Ya’qub tinggal di mesir dan menurunkan banyak keturunan di mesir. Dari sinilah asal muasal bangsa israil tersesar di Negeri Mesir yang kemudian dibebaskan oleh Nabi Musa asdari penjajahan Fir’aun. Nabi Ya’qub meninggal dunia atau wafat pada usia 147 tahun di negeri Mesir.
Dalam kitab suci Al Qur’an telah dinyatakan bahwa Nabi Ya’qub as telah memberikan wasiat kepada putera-puteranya, setelah beliau mendekati ajalnya.
Setelah berlalu waktu yang cukup lama, Nabi Ya’qub ‘alaihissalam pun sakit, ia kumpulkan anak-anaknya dan berpesan kepada mereka agar tetap beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala, demikian juga tetap beriman dan beramal saleh. Allah Ta’ala berfirman:
“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Mahaesa dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS. Al Baqarah: 133)
Nabi Yaq'ub 'Alaihis Salam adalah Ayah teladan
Nabi Ya’qub adalah seorang ayah yang patut dijadikan teladan, dimana beliau mendidik anak-anaknya dengan pendidikan yang baik, memberikan nasihat kepada mereka dan menyelesaikan masalah mereka. Namun selanjutnya, saudara-saudara Yusuf dihasut oleh setan untuk berlaku jahat kepada Yusuf ketika mereka mengetahui perhatian ayahnya kepada Yusuf. Sampai-sampai mereka hendak membunuh Yusuf, namun kemudian sebagian mereka mengusulkan untuk melempar Yusuf ke sumur yang jauh agar dibawa oleh kafilah yang lewat dan menjadi budak mereka. Ketika Yusuf tidak kunjung pulang, maka Nabi Ya’qub bersedih dengan kesedihan yang dalam karena berpisah dengan puteranya, bahkan ia sampai menderita buta karena rasa sedih yang begitu dalam. Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’ala menjadikannya dapat melihat kembali.
Sumber:
Al-Qur'an
Kelahiran Nabi Ya'qub 'alaihis salam
Kelahiran Ya’qub telah disampaikan oleh para tamu Nabi Ibrahim 'alaihis salam yang terdiri dari beberapa malaikat dari istrinya Sarah. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, “Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaqdan dari Ishaq (akan lahir puteranya) Ya’qub. “ (QS. Huud: 71)
Kisah Ya'qub dengan saudaranya
Nabi Ya'qub adalah putera dari Nabi Ishaq bin Ibrahim, sedang ibunya adalah anak saudara dari Nabi Ibrahim, bernama Rifqah binti A'zar. Ishaq mempunyai anak kembar, satu Ya'qub dan satu lagi bernama Ishu. Antara kedua saudara kembar ini tidak terdapat suasana rukun dan damai serta tidak ada menaruh kasih-sayang satu terhadap yang lain bahkan Ishu mendendam dengki dan iri hati terhadap Ya'qub saudara kembarnya yang memang dimanjakan dan lebih disayangi serta dicintai oleh ibunya. Hubungan mereka yang renggang dan tidak akrab itu makin buruk dan tegang setelah diketahui oleh Ishu bahwa Ya'qublah yang diajukan oleh ibunya ketika ayahnya minta kedatangan anak-anaknya untuk diberkahi dan didoakan, sedangkan dia tidak diberitahu dan karenanya tidak mendapat kesempatan seperti Ya'qub memperoleh berkah dan doa ayahnya, Nabi Ishaq.
Melihat sikap saudaranya yang bersikap kaku dan dingin dan mendengar kata-kata sindirannya yang timbul dari rasa dengki dan iri hati, bahkan ia selalu diancam. Maka, datanglah Yakub kepada ayahnya mengadukan sikap permusuhan itu. Melihat keadaan kedua anaknya tersebut nabi Ishaq memberi petunjuk kepada ya'qub agar pergi berhijrah ke Fadan A'raam di daerah Iraq, yakni bapak saudaranya yaitu saudara ibunya, Laban bin Batu'il. Ishaq mengatakan bahwa Ya'qub dapat mengharap dinikahkan kepada salah seorang puterinya. Dengan mengikuti pesan ayahnya tersebut maka Ya'qub berharap akan dapat bertemu dengan bapak saudaranya dan anggota-anggota keluarganya dari pihak ibunya. Segera Ya'qub mengikuti saran dari ayahnya tersebut.
Ya'qub tiba di Iraq
Nabi Ya’qub menerima wahyu dari Allah - Dalam perjalanan menuju ke Fadan A'raam, Ia berjalan pada malam hari dan beristirahat pada siang harinya. Dalam perjalanan hijrah itu, beliau tertidur di atas sebuah batu, kemudian bermimpi. Dalam mimpi itu Nabi Ya’qub as menerima wahyu dari Allah yang berbunyi “Aku Allah, tiada Tuhan melainkan aku. Aku Tuhan engkau dan Tuhan bapak engkau. Aku telah mewariskan bumi yang suci (Baitul Maqdis) untukmu dan keturunanmu, dan aku memberi berkat padanya dan aku berikan engkau kitab dan pelajaran serta hikmah dan keNabian”
Singkat cerita tibalah Ya'qub di depan pintu gerbang kota Fadan A'ram setelah berhari-hari menempuh perjalanan. Sesampainya disalah satu persimpangan jalan, dia berhenti sebentar bertanya salah seorang penduduk untuk menanyakan di mana letaknya rumah saudara ibunya Laban barada. Laban seorang kaya-raya yang kenamaan pemilik dari suatu perusahaan perternakan yang terbesar di kota itu tidak sukar bagi seseorang untuk menemukan alamatnya. Penduduk yang ditanyanya itu segera menunjuk ke arah seorang gadis yang sedang menggembala kambing seraya berkata kepada Ya'qub: "Kebetulan sekali, itulah dia anak perempuan Laban, Rahel, yang akan dapat membawa kamu ke rumah ayahnya".
Ya'qubpun menjelaskan kepada gadis tersebut tentang tujuannya yang hendak menemui ayahnya, Laban, dan untuk menyampaikan pesanan (Ishaq). Maka, dengan senang hati, Rahel (anak gadis Laban) mempersilakan Ya'qub mengikutinya balik ke rumah untuk menemui ayahnya ,Laban, iaitu bapa saudara Ya'qub.
Setelah berjumpa, betapa senangnya Laban dapat bwertemu dengan Ya'qub, selanjutnya Ya'qub tinggal dirumah Laban.
Setelah selang beberapa waktu tinggal di rumah Laban , Ya'qub menyampaikan pesanan ayahnya (Ishaq), agar Ishaq dan Laban menjadi besan, dengan menikahkannya kepada salah seorang dari puteri-puterinya. Pesanan tersebut di terima oleh Laban, dia bersetuju akan menikahkan Ya'qub dengan salah seorang puterinya, Sebagai mas kawin, Ya'qub harus memberikan tenaga kerjanya di dalam perusahaan penternakan bakal mentuanya selama tujuh tahun. Ya'qub setuju dengan syarat-syarat yang dikemukakan oleh Laban. Bekerjalah Ya'qub sebagai seorang pengurus perusahaan penternakan terbesar di kota Fadan A'raam itu.
Ya'qub Menikah
Dalam perjalanan menuju rumah pamannya di Faddan Aram, Ya'qub tertidur sejenak melepas lelah. Pada saat itulah ia menerima wahyu dari Allah Swt. melalui mimpinya. Dalam mimpinya itu diwahyukan bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah, kecuali Allah; dan Allah mewariskan Baitulmakdis, kehidupan yang bahagia, dan kerajaan besar untuk Ya'qub serta keturunannya.
Tujuh tahun telah dilalui oleh Ya'qub sebagai pekerja dalam perusahaan penternakan Laban. Ya'qub menagih janji bapa saudaranya, untuk dijadikan sebagai anak menantunya. Laban menawarkan kepada Ya'akub, agar menyunting puterinya yang bernama Layya sebagai isteri. Ya'qub hanya ingin Rahel adik Laiya. Ya'qub menyatakan untuk menikah dengan Rahel, bukan Layya. Laban mengerti keinginan Ya'akub, namun keinginan Ya'qub itu ditolak karena menurut kakak harus dinikahkan lebih dahulu dari adiknya. Laban yang tidak mau mengecewakan hati Ya'qub, lalu memberi pendapat, agar menerima Layya sebagai isteri pertama. Untuk menikahi Rahel, syarat yang sama juga diberi kepada Ya'qub, sebelum Ya'qub dapat memiliki Rahel.
Begitu masa tujuh tahun kedua berakhir dinikahkanlah Ya'qub dengan Rahel. Dengan demikian Nabi Ya'qub beristerikan dua wanita bersaudara, kakak dan adik, Pada saat itu hukum menikahi dua gadis sekandung diperbolehkan, tidak melanggar adat ataupun hukum agama.
Kepada masing-masing puterinya, Laban memberikan seorang budak perempuan. Kepada Layya ia memberikan budak perempuan bernama Zulfa, dan kepada Rahel ia memberikan budak perempuan bernama Balhah. Leah dan Rahel kemudian memberikan sahaya mereka untuk diperistri pula oleh Ya'qub, sehingga istri Ya'qub menjadi 4 orang.
Lea (Li'ah/ Lay'ah/Elia): Rubin, Syam'un, Lawway, Yahuda, Yasakir, Zebulaon, Dina.
Rahel (Rachel): Yusuf, Bunyamin, Yathirah.
Bilha (Balhah, Bilahah): Dann, Naftali.
Zilpa (Zulfa, Zilfah): Jaad (Gad), Asyir (Asyer, Asher).
Dari istrinya yang bernama Layya mempunyai anak yang bernama Lawway, Lawway mempunyai anak 3 orang yaitu Jarsun, Quhas, dan Marun. Quhas mempunyai anak Imran dan Yashar. Imran mempunyai anak Maryam, Harun, dan Musa, sedangkan Yashar mempunyai Qarun, Nafiq dan Dzihun.
Wasiat sebelum wafat
Pada usia yang telah lanjut, Nabi Ya’qub mengikuti puteranya di Mesir yang yang juga seorang Nabi, yaitu Nabi Yusuf yang menjadi pembesar di Negerinya. Nabi Ya’qub tinggal di mesir dan menurunkan banyak keturunan di mesir. Dari sinilah asal muasal bangsa israil tersesar di Negeri Mesir yang kemudian dibebaskan oleh Nabi Musa asdari penjajahan Fir’aun. Nabi Ya’qub meninggal dunia atau wafat pada usia 147 tahun di negeri Mesir.
Dalam kitab suci Al Qur’an telah dinyatakan bahwa Nabi Ya’qub as telah memberikan wasiat kepada putera-puteranya, setelah beliau mendekati ajalnya.
Setelah berlalu waktu yang cukup lama, Nabi Ya’qub ‘alaihissalam pun sakit, ia kumpulkan anak-anaknya dan berpesan kepada mereka agar tetap beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala, demikian juga tetap beriman dan beramal saleh. Allah Ta’ala berfirman:
“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Mahaesa dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS. Al Baqarah: 133)
Nabi Yaq'ub 'Alaihis Salam adalah Ayah teladan
Nabi Ya’qub adalah seorang ayah yang patut dijadikan teladan, dimana beliau mendidik anak-anaknya dengan pendidikan yang baik, memberikan nasihat kepada mereka dan menyelesaikan masalah mereka. Namun selanjutnya, saudara-saudara Yusuf dihasut oleh setan untuk berlaku jahat kepada Yusuf ketika mereka mengetahui perhatian ayahnya kepada Yusuf. Sampai-sampai mereka hendak membunuh Yusuf, namun kemudian sebagian mereka mengusulkan untuk melempar Yusuf ke sumur yang jauh agar dibawa oleh kafilah yang lewat dan menjadi budak mereka. Ketika Yusuf tidak kunjung pulang, maka Nabi Ya’qub bersedih dengan kesedihan yang dalam karena berpisah dengan puteranya, bahkan ia sampai menderita buta karena rasa sedih yang begitu dalam. Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’ala menjadikannya dapat melihat kembali.
Sumber:
Al-Qur'an
KISAH NABI SULAIMAN AS
Sulaiman bin Daud bin Aisya bin Awid dari keturunan Yahuza bin Ya'qub (sekitar 975-935 SM) adalah putra dari raja Daud, beliau diangkat menjadi nabi dan rasul pada tahun 970 SM. Nabi Sulaiman 'alaihissalam wafat di Rahbaam, Baitul Maqdis-Palestina.
Nabi Sulaiman 'alaihissalam sejak kecil telah menunjukkan kecerdasan dan ketajaman pikirannya. Sulaiman diangkat menjadi raja di kerajaan Israil setelah cukup umur menggantikan ayahandanya yang wafat. Ia berkuasa tak hanya atas manusia, namun juga atas binatang dan makhluk halus seperti jin dan lain-lain. Baginda dapat memahami bahasa semua binatang
Karena kekayaannya yang berlimpah tak ayal lagi Istana Nabi Sulaiman sangat indah. Dibangun dengan gotong royong manusia, binatang, dan jin. Dindingnya terbuat dari batu pualam, tiang dan pintunya dari emas dan tembaga, atapnya dari perak, hiasan dan ukirannya dari mutiara dan intan, berlian, pasir di taman ditaburi mutiara, dan sebagainya.
Interaksi Sulaiman dengan jin, binatang dan lainnya
Nabi Sulaiman dianugerahkan Allah kebijaksanaan sejak remaja. Ia juga memiliki berbagai keistimewaan, termasuk mampu berbicara dan memahami bahasa hewan sehingga semua makhluk itu mengikuti kehendaknya.
QS. Al-'Anbya' : 79
فَفَهَّمْنَٰهَا سُلَيْمَٰنَ ۚ وَكُلًّا ءَاتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَٱلطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَٰعِلِينَ
maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya.
QS. An-Naml : 16
وَوَرِثَ سُلَيْمَٰنُ دَاوُۥدَ ۖ وَقَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".
Ia juga dapat menundukkan jin dan angin, sehingga dapat disuruh melakukan apa saja, termasuk mendapatkan tembaga cair yang selalu keluar dari perut bumi untuk dijadikan perkakasa, bangunan istana, benteng, piring-piring besar dan tungku-tungku.
Kebijaksanaan Sulaiman
Kebijaksanaan Sulaiman dapat dilihat melalui berbagai peristiwa yang dilaluinya. Misalnya, beliau coba mengetengahkan ide kepada bapaknya, Nabi Daud a.s bagi menyelesaikan perselisihan antara dua pihak, yaitu antara pemilik kebun dan pemilik kambing.
Walaupun ketika itu usianya masih muda, pendapatnya benar. Mulanya Nabi Daudmemutuskan pemilik kambing supaya menyerahkan ternaknya kepada pemilik kebun sebagai ganti rugi disebabkan ternaknya memasuki dan merusakkan kebun itu. Sulaiman yang mendengar keputusan bapaknya menyelanya: “Wahai bapakku, menurut pandanganku, keputusan itu sepatutnya berbunyi; kepada pemilik tanaman yang telah musnah tanaman diserahkanlah kambingnya untuk dipelihara, diambil hasilnya dan dimanfaatkan bagi keperluannya. “Manakala tanamannya yang binasa itu diserahkan kepada pemilik kambing untuk dijaga sehingga kembali kepada keadaan asal. Kemudian masing-masing menerima kembali miliknya, sehingga dengan cara demikian masing-masing pihak tidak ada yang mendapat keuntungan atau menderita kerugian lebih daripada sepatutnya.” Pendapat yang dikemukakan Sulaiman disetujui kedua pihak. Malah khalayak ramai yang menyaksikan perbicaraan itu kagum dengan kebolehan beliau menyelesaikan perselisihan terbabit.
Sulaiman naik tahta
Bertitik tolak daripada peristiwa itu, kewibawaan Sulaiman semakin tersebar dan ia juga sebagai bibit permulaan kenabian Sulaiman. Melihat kecerdasan akal yang ditonjolkannya itu, Nabi Daud menaruh kepercayaan dengan mempersiapkannya sebagai pengganti dalam kerajaan Bani Israil. Namun, abangnya Absyalum tidak merelakan beliau melangkah lebih jauh dalam hiraki pemerintahan itu, malah mendakwa dia yang sepatutnya dilantik sebagai putera mahkota karana Sulaiman masih muda dan tidak berpengalaman. Absyalum mau mendapatkan tahta itu dari bapak dan adiknya. Justru, dia mulai menunjukkan sikap baik terhadap rakyat, dengan segala masalah mereka ditangani sendiri dengan segera, membuatkan pengaruhnya semakin meluas.
Sampai satu ketika, Absyalum mengistiharkan dirinya sebagai raja, sekaligus merampas kekuasaan bapaknya sendiri. Tindakannya itu mengakibatkan huru-hara di kalangan Bani Israil. Melihatkan keadaan itu, Nabi Daud keluar dari Baitul Maqdis, menyeberangi Sungai Jordan menuju ke Bukit Zaitun. Tindakannya itu semata-mata mau mengelakkan pertumpahan darah, namun Absyalum dengan angkuh memasuki istana bapanya. Di Bukit Zaitun, Nabi Daud memohon petunjuk Allah supaya menyelamatkan kerajaan Bailtul Maqdis daripada dimusnahkan anaknya yang durhaka itu. Allah segera memberi petunjuk kepada Nabi Daud, yaitu memerangi Absyalum. Namun, sebelum memulai peperangan itu, Nabi Daud berpesan kepada tentaranya supaya tidak membunuh anaknya itu, malah jika boleh ditangkap hidup-hidup. Bagaimanapun, kuasa Allah melebihi segalanya dan ditakdirkan Absyalum mati juga karena dia mau bertarung dengan tentara bapaknya.
Kemudian, Nabi Daud kembali ke Baitul Maqdis dan menghabiskan sisa hidupnya selama 40 tahun di istana itu sebelum melepaskan takhta kepada Sulaiman. Kewafatan Nabi Daud memberikan kuasa penuh kepada Nabi Sulaiman untuk memimpin Bani Israil berpandukan kebijaksanaan yang dianugerah Allah.
Kisah nabi Sulaiman dan Semut
Dikisahkan dalam Al Qur'an surat An Naml ayat 17, 18, 19 tentang Sulaiman yang melewati lembah semut,
Qur'an surat An Naml
17. Dan dikumpulkan tentara Sulaiaman ke hadapannya. Mereka disusun dalam barisan menurut jenisnya.
18. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";
19. Maka Sulaimanpuntersenyum dan tertawa mendengar perkataannya, lalu berdo'a: "Ya Tuhanku! Ilhamilah aku agar selalu mensyukuri nikmat yang Engkau karuniakan kepadaku dan kepada orang tuaku, dan agar aku mengerjakan amal kebajikan yang Engkau ridhai, serta masukanlah aku dengan rahmat-mu ke dalam jajaran para hamba-Mu yang salih".
Kisah Sulaiman dan Ratu Balqis
Disebutkan dalam Al qur'an surat An Naml ayat 20 sampai 27 bahwa nabi Sulaiman tidak menemukan burung Hud-hud dalam barisan burung, namun tak lama kemudian burung hud-hud datang dengan membawa berita bahwa ia telah pergi ke suatu negeri yang megah yang belum diketahui oleh Sulaiman maupun bala tentaranya, negeri itu dipimpin oleh seorang ratu. Selain itu hud hud menceritakan bahwa seluruh rakyatnya menyembah matahari. setelah mendengar berita tersebut kemudian Nabi Sulaiman menyelidiki kebenarannya dengan mengirim surat kepada sang ratu.
Qur'an surat An Naml
22. Tapi Hud-hud hilangnya tidak lama, dan segera menghadap Sulaiman seraya berkata: "Aku telah menemukan sesuatu yang belum diketahui baik olehmu maupun oleh bala tentaramu. Aku datang dari Saba membawa berita yang mengagumkan , namun meyakinkan"
23. Aku dapati di sana seorang ratu yang memerintah mereka. Dia dikaruniai segalanya dan mempunyai singgasana yang megah.
24. Aku dapati dia dan rakyatnya menyembah matahari, bukan menyembah Allah. Setan telah menumbuhkan rasa cinta dalam hatinya terhadap tingkah lakunya yang buruk, dan menghalanginya dari jalan yang lurus sehingga mereka tidak mendapat petunjuk.
Menurut buku-buku karangan pengarang-pengarang Arab, Saba adalah nama kerajaan zaman dahulu yang memiliki kebudayaan yang sangat maju, terletak sebelah barat daya kerajaan Arab saudi di Yaman. Ibukotanya Ma'rib dekat kota Shan'a yang sekarang. penduduknya berdagang emas, perak dan batu-batu mulia (permata). Kerajaan itu diperintah oleh seorang ratu yang bernama "Balqis'.
Setelah mendengar perkataan dari burung hud-hud selanjutnya nabi Sulaiman mengirim surat kepada sang ratu yang diterangkan dalam Al qur'an surat An Naml ayat 28 sampai 35. Isi surat yang diterima ratu Saba dibacakan di depan para membesar istana. Isi surat yang dikirim Sulaiman menerangkan bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah hanya Allah yang sifat-Nya maha apengasih dan maha penyayang, jangan menuruti hawa nafsu, jangan meresa diri adikuasa, tapi datanglah kepada istana nabi Sulaiman dengan menyerahkan diri.
Qur'an surat An Naml
29. Berkata Sri Ratu: "Hai para pembesar1 telah disampaikan kepadaku sepucuk surat yang berharga,
30. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,
31. Janganlah menganggap dirimu lebih tinggi atasku, namun datanglah kepadaku sebagai seorang yang berserah diri!.
Setelah membaca surat tersebut kemudian Ratu berunding dengan para pembesar istana namun para pembesar menyerahkan kembali kepada sang ratu. Awalnya ratu menginginkan peperangan dan tindak kekerasan, namun kemudian ia mengambil jalan lain yakni dengan mengirimkan hadiah ke Nabi Sulaiman. Ratu berharap kerajaannya akan aman sebab hadiah dapat menumbuhkan hubungan baik dan melenyapkan permusuhan, meski kadangkala ada udang dibalik batu.
Dalam Al qur'an surat An Naml ayat 36 dan 37 menerangkan bahwa, Sulaiman menyuruh utusan dari Saba yang membawa hadiah utntuk kembali ke ratunya dan membawa pesan dari sulaiman bahwa dirinya menolak hadiah dan akan menyerang kerajaan Saba.
Utusan itu kembali ke negeri Saba dan menceritakan pengalaman yang dialami di Yaman kepada Ratu Balqis, sehingga dia berhajat untuk berjumpa sendiri dengan Sulaiman. Keinginan Ratu Balqis untuk datang itu diketahui Nabi Sulaiman terlebih dulu. Beliau segera memerintahkan seluruh tentaranya yang terdiri dari manusia, hewan dan jin untuk membuat persiapan bagi menyambut kedatangan Ratu Balqis. Nabi Sulaiman kemudian menitahkan untuk memindahkan singasana Ratu Balqis ke istana beliau.
Surah An-Naml
38. Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
39. Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."
40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia."
41. Dia berkata: "Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)."
Manakala Ratu Balqis tiba, ia ditanya oleh Sulaiman: "Seperti inikah singgasanamu?" Dengan terperanjat, Ratu Balqis menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku" Kemudian Ratu Balqis dipersilakan masuk ke istana Nabi Sulaiman.
QS. An-Naml: 44
قِيلَ لَهَا ٱدْخُلِى ٱلصَّرْحَ ۖ فَلَمَّا رَأَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَكَشَفَتْ عَن سَاقَيْهَا ۚ قَالَ إِنَّهُۥ صَرْحٌ مُّمَرَّدٌ مِّن قَوَارِيرَ ۗ قَالَتْ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam".
Peristiwa itu menyebabkan Ratu Balqis berasa sangat aib dan menyadari kelemahannya, sehingga dia memohon ampun atas kesilapannya selama ini dan akhirnya dia diperisterikan oleh Nabi Sulaiman.
Wafatnya Sulaiman
Waktu nabi Sulaiman telah meninggal, tak ada jin yang tahu. Mereka terus menerus bekerja karena menyangka bahwa Sulaiman masih hidup, sebab masih berada pada posisi berdiri sambil berpegangan pada tongkatnya. sementara itu, rayap terus menerus memakan tongkatnya. Kematian Sulaiman diketahui setelah ia rubuh ke tanah karena tongkatnya telah patah dimakan rayap. Hal ini membuktikan bahwa jin tidak mengetahui hal yang gaib.
Kalau jin tahu hal yang gaib (dalam hal ini kematian Sulaiman), tentu mereka akan berhenti bekerja sebab Sulaiman yang mengawasi telah tiada. Hal ini membuka kebohongan jin yang sebelumnya berlagak tahu segalanya tentang hal yang gaib-gaib.
"Tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada jin yang mampu menunjukkan tanda kematiannya, kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Tatkala ia rubuh di atas tanah tanpa nyawa, jelaslah bagi jin-jin bahwa mereka tidak mengetahui hal-hal yang gaib. Andaikata mereka mengetahui hal-hal yang gaib, tiadalah mereka akan bertahan lebih lama menganiyaya diri dalam siksaan kerja paksa yang menghinakan." (Qur'an Surat Saba ayat 14)
Nabi Sulaiman 'alaihissalam sejak kecil telah menunjukkan kecerdasan dan ketajaman pikirannya. Sulaiman diangkat menjadi raja di kerajaan Israil setelah cukup umur menggantikan ayahandanya yang wafat. Ia berkuasa tak hanya atas manusia, namun juga atas binatang dan makhluk halus seperti jin dan lain-lain. Baginda dapat memahami bahasa semua binatang
Karena kekayaannya yang berlimpah tak ayal lagi Istana Nabi Sulaiman sangat indah. Dibangun dengan gotong royong manusia, binatang, dan jin. Dindingnya terbuat dari batu pualam, tiang dan pintunya dari emas dan tembaga, atapnya dari perak, hiasan dan ukirannya dari mutiara dan intan, berlian, pasir di taman ditaburi mutiara, dan sebagainya.
Interaksi Sulaiman dengan jin, binatang dan lainnya
Nabi Sulaiman dianugerahkan Allah kebijaksanaan sejak remaja. Ia juga memiliki berbagai keistimewaan, termasuk mampu berbicara dan memahami bahasa hewan sehingga semua makhluk itu mengikuti kehendaknya.
QS. Al-'Anbya' : 79
فَفَهَّمْنَٰهَا سُلَيْمَٰنَ ۚ وَكُلًّا ءَاتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَٱلطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَٰعِلِينَ
maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya.
QS. An-Naml : 16
وَوَرِثَ سُلَيْمَٰنُ دَاوُۥدَ ۖ وَقَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".
Ia juga dapat menundukkan jin dan angin, sehingga dapat disuruh melakukan apa saja, termasuk mendapatkan tembaga cair yang selalu keluar dari perut bumi untuk dijadikan perkakasa, bangunan istana, benteng, piring-piring besar dan tungku-tungku.
Kebijaksanaan Sulaiman
Kebijaksanaan Sulaiman dapat dilihat melalui berbagai peristiwa yang dilaluinya. Misalnya, beliau coba mengetengahkan ide kepada bapaknya, Nabi Daud a.s bagi menyelesaikan perselisihan antara dua pihak, yaitu antara pemilik kebun dan pemilik kambing.
Walaupun ketika itu usianya masih muda, pendapatnya benar. Mulanya Nabi Daudmemutuskan pemilik kambing supaya menyerahkan ternaknya kepada pemilik kebun sebagai ganti rugi disebabkan ternaknya memasuki dan merusakkan kebun itu. Sulaiman yang mendengar keputusan bapaknya menyelanya: “Wahai bapakku, menurut pandanganku, keputusan itu sepatutnya berbunyi; kepada pemilik tanaman yang telah musnah tanaman diserahkanlah kambingnya untuk dipelihara, diambil hasilnya dan dimanfaatkan bagi keperluannya. “Manakala tanamannya yang binasa itu diserahkan kepada pemilik kambing untuk dijaga sehingga kembali kepada keadaan asal. Kemudian masing-masing menerima kembali miliknya, sehingga dengan cara demikian masing-masing pihak tidak ada yang mendapat keuntungan atau menderita kerugian lebih daripada sepatutnya.” Pendapat yang dikemukakan Sulaiman disetujui kedua pihak. Malah khalayak ramai yang menyaksikan perbicaraan itu kagum dengan kebolehan beliau menyelesaikan perselisihan terbabit.
Sulaiman naik tahta
Bertitik tolak daripada peristiwa itu, kewibawaan Sulaiman semakin tersebar dan ia juga sebagai bibit permulaan kenabian Sulaiman. Melihat kecerdasan akal yang ditonjolkannya itu, Nabi Daud menaruh kepercayaan dengan mempersiapkannya sebagai pengganti dalam kerajaan Bani Israil. Namun, abangnya Absyalum tidak merelakan beliau melangkah lebih jauh dalam hiraki pemerintahan itu, malah mendakwa dia yang sepatutnya dilantik sebagai putera mahkota karana Sulaiman masih muda dan tidak berpengalaman. Absyalum mau mendapatkan tahta itu dari bapak dan adiknya. Justru, dia mulai menunjukkan sikap baik terhadap rakyat, dengan segala masalah mereka ditangani sendiri dengan segera, membuatkan pengaruhnya semakin meluas.
Sampai satu ketika, Absyalum mengistiharkan dirinya sebagai raja, sekaligus merampas kekuasaan bapaknya sendiri. Tindakannya itu mengakibatkan huru-hara di kalangan Bani Israil. Melihatkan keadaan itu, Nabi Daud keluar dari Baitul Maqdis, menyeberangi Sungai Jordan menuju ke Bukit Zaitun. Tindakannya itu semata-mata mau mengelakkan pertumpahan darah, namun Absyalum dengan angkuh memasuki istana bapanya. Di Bukit Zaitun, Nabi Daud memohon petunjuk Allah supaya menyelamatkan kerajaan Bailtul Maqdis daripada dimusnahkan anaknya yang durhaka itu. Allah segera memberi petunjuk kepada Nabi Daud, yaitu memerangi Absyalum. Namun, sebelum memulai peperangan itu, Nabi Daud berpesan kepada tentaranya supaya tidak membunuh anaknya itu, malah jika boleh ditangkap hidup-hidup. Bagaimanapun, kuasa Allah melebihi segalanya dan ditakdirkan Absyalum mati juga karena dia mau bertarung dengan tentara bapaknya.
Kemudian, Nabi Daud kembali ke Baitul Maqdis dan menghabiskan sisa hidupnya selama 40 tahun di istana itu sebelum melepaskan takhta kepada Sulaiman. Kewafatan Nabi Daud memberikan kuasa penuh kepada Nabi Sulaiman untuk memimpin Bani Israil berpandukan kebijaksanaan yang dianugerah Allah.
Kisah nabi Sulaiman dan Semut
Dikisahkan dalam Al Qur'an surat An Naml ayat 17, 18, 19 tentang Sulaiman yang melewati lembah semut,
Qur'an surat An Naml
17. Dan dikumpulkan tentara Sulaiaman ke hadapannya. Mereka disusun dalam barisan menurut jenisnya.
18. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";
19. Maka Sulaimanpuntersenyum dan tertawa mendengar perkataannya, lalu berdo'a: "Ya Tuhanku! Ilhamilah aku agar selalu mensyukuri nikmat yang Engkau karuniakan kepadaku dan kepada orang tuaku, dan agar aku mengerjakan amal kebajikan yang Engkau ridhai, serta masukanlah aku dengan rahmat-mu ke dalam jajaran para hamba-Mu yang salih".
Kisah Sulaiman dan Ratu Balqis
Disebutkan dalam Al qur'an surat An Naml ayat 20 sampai 27 bahwa nabi Sulaiman tidak menemukan burung Hud-hud dalam barisan burung, namun tak lama kemudian burung hud-hud datang dengan membawa berita bahwa ia telah pergi ke suatu negeri yang megah yang belum diketahui oleh Sulaiman maupun bala tentaranya, negeri itu dipimpin oleh seorang ratu. Selain itu hud hud menceritakan bahwa seluruh rakyatnya menyembah matahari. setelah mendengar berita tersebut kemudian Nabi Sulaiman menyelidiki kebenarannya dengan mengirim surat kepada sang ratu.
Qur'an surat An Naml
22. Tapi Hud-hud hilangnya tidak lama, dan segera menghadap Sulaiman seraya berkata: "Aku telah menemukan sesuatu yang belum diketahui baik olehmu maupun oleh bala tentaramu. Aku datang dari Saba membawa berita yang mengagumkan , namun meyakinkan"
23. Aku dapati di sana seorang ratu yang memerintah mereka. Dia dikaruniai segalanya dan mempunyai singgasana yang megah.
24. Aku dapati dia dan rakyatnya menyembah matahari, bukan menyembah Allah. Setan telah menumbuhkan rasa cinta dalam hatinya terhadap tingkah lakunya yang buruk, dan menghalanginya dari jalan yang lurus sehingga mereka tidak mendapat petunjuk.
Menurut buku-buku karangan pengarang-pengarang Arab, Saba adalah nama kerajaan zaman dahulu yang memiliki kebudayaan yang sangat maju, terletak sebelah barat daya kerajaan Arab saudi di Yaman. Ibukotanya Ma'rib dekat kota Shan'a yang sekarang. penduduknya berdagang emas, perak dan batu-batu mulia (permata). Kerajaan itu diperintah oleh seorang ratu yang bernama "Balqis'.
Setelah mendengar perkataan dari burung hud-hud selanjutnya nabi Sulaiman mengirim surat kepada sang ratu yang diterangkan dalam Al qur'an surat An Naml ayat 28 sampai 35. Isi surat yang diterima ratu Saba dibacakan di depan para membesar istana. Isi surat yang dikirim Sulaiman menerangkan bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah hanya Allah yang sifat-Nya maha apengasih dan maha penyayang, jangan menuruti hawa nafsu, jangan meresa diri adikuasa, tapi datanglah kepada istana nabi Sulaiman dengan menyerahkan diri.
Qur'an surat An Naml
29. Berkata Sri Ratu: "Hai para pembesar1 telah disampaikan kepadaku sepucuk surat yang berharga,
30. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,
31. Janganlah menganggap dirimu lebih tinggi atasku, namun datanglah kepadaku sebagai seorang yang berserah diri!.
Setelah membaca surat tersebut kemudian Ratu berunding dengan para pembesar istana namun para pembesar menyerahkan kembali kepada sang ratu. Awalnya ratu menginginkan peperangan dan tindak kekerasan, namun kemudian ia mengambil jalan lain yakni dengan mengirimkan hadiah ke Nabi Sulaiman. Ratu berharap kerajaannya akan aman sebab hadiah dapat menumbuhkan hubungan baik dan melenyapkan permusuhan, meski kadangkala ada udang dibalik batu.
Dalam Al qur'an surat An Naml ayat 36 dan 37 menerangkan bahwa, Sulaiman menyuruh utusan dari Saba yang membawa hadiah utntuk kembali ke ratunya dan membawa pesan dari sulaiman bahwa dirinya menolak hadiah dan akan menyerang kerajaan Saba.
Utusan itu kembali ke negeri Saba dan menceritakan pengalaman yang dialami di Yaman kepada Ratu Balqis, sehingga dia berhajat untuk berjumpa sendiri dengan Sulaiman. Keinginan Ratu Balqis untuk datang itu diketahui Nabi Sulaiman terlebih dulu. Beliau segera memerintahkan seluruh tentaranya yang terdiri dari manusia, hewan dan jin untuk membuat persiapan bagi menyambut kedatangan Ratu Balqis. Nabi Sulaiman kemudian menitahkan untuk memindahkan singasana Ratu Balqis ke istana beliau.
Surah An-Naml
38. Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
39. Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."
40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia."
41. Dia berkata: "Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)."
Manakala Ratu Balqis tiba, ia ditanya oleh Sulaiman: "Seperti inikah singgasanamu?" Dengan terperanjat, Ratu Balqis menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku" Kemudian Ratu Balqis dipersilakan masuk ke istana Nabi Sulaiman.
QS. An-Naml: 44
قِيلَ لَهَا ٱدْخُلِى ٱلصَّرْحَ ۖ فَلَمَّا رَأَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَكَشَفَتْ عَن سَاقَيْهَا ۚ قَالَ إِنَّهُۥ صَرْحٌ مُّمَرَّدٌ مِّن قَوَارِيرَ ۗ قَالَتْ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam".
Peristiwa itu menyebabkan Ratu Balqis berasa sangat aib dan menyadari kelemahannya, sehingga dia memohon ampun atas kesilapannya selama ini dan akhirnya dia diperisterikan oleh Nabi Sulaiman.
Wafatnya Sulaiman
Waktu nabi Sulaiman telah meninggal, tak ada jin yang tahu. Mereka terus menerus bekerja karena menyangka bahwa Sulaiman masih hidup, sebab masih berada pada posisi berdiri sambil berpegangan pada tongkatnya. sementara itu, rayap terus menerus memakan tongkatnya. Kematian Sulaiman diketahui setelah ia rubuh ke tanah karena tongkatnya telah patah dimakan rayap. Hal ini membuktikan bahwa jin tidak mengetahui hal yang gaib.
Kalau jin tahu hal yang gaib (dalam hal ini kematian Sulaiman), tentu mereka akan berhenti bekerja sebab Sulaiman yang mengawasi telah tiada. Hal ini membuka kebohongan jin yang sebelumnya berlagak tahu segalanya tentang hal yang gaib-gaib.
"Tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada jin yang mampu menunjukkan tanda kematiannya, kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Tatkala ia rubuh di atas tanah tanpa nyawa, jelaslah bagi jin-jin bahwa mereka tidak mengetahui hal-hal yang gaib. Andaikata mereka mengetahui hal-hal yang gaib, tiadalah mereka akan bertahan lebih lama menganiyaya diri dalam siksaan kerja paksa yang menghinakan." (Qur'an Surat Saba ayat 14)
KISAH NABI YUSUF AS
Nabi Yusuf 'alaihis salam (sekitar 1745-1635 SM) adalah nabi Islam yang diutus setelah Nabi Ya'qub as. Nabi Yusuf 'alaihis salam merupakan anak Nabi Ya'qub 'alaihis salam dan merupakan buyut dari Nabi Ibrahim 'alaihis salam. Kisah Nabi Yusuf dijelaskan dalam satu surat khusus dalam Al Qur-an surat ke 12 yakni" Surat Yusuf" yang terdiri dari 111 surat.
Beliau menghadapi persekongkolan jahat yang justru datang dari orang-orang yang dekat dengannya, yaitu saudara-saudaranya. Mereka merencanakan untuk membunuhnya. Rencana itu mereka buat saat Nabi Yusuf 'alaihis salam masih kecil, mereka memasukkan Nabi Yusuf 'alaihi salam ke dalam sebuah sumur. Setelah seseorang menemukannya kemudian Nabi Yusuf 'alaihis salam dijual di pasar mesir lalu dia dibeli dengan harga yang sangar murah. Kemudian beliau menghadapi r4yuan dari isteri seorang pria yang mempunyai jabatan penting saat itu. Ketika ia menolak r4yuannya, ia pun dimasukkan ke dalam penjara. Dalam beberapa waktu, beliau menjadi tahanan di penjara. Setelah mampu mentakwilkan mimpi sang raja iapun dibebaskan dari penjara dan akhirnya Beliau menjadi menteri dari raja yang pertama.
Waktupun berlalu maka dengan izin Allah Nabi Yusuf 'alaihis salam dapat bertemu kembali dengan seluruh keluarganya, termasuk dengan ayahnya, Nabi Ya'qub 'alaihis salam. Ia memulai dakwahnya di jalan Allah Yang Maha Esa dari panggung kekuasaan. Ia melaksanakan rencana Allah SWT dan menunaikan perintahnya.
Silsilah Nabi Yusuf 'alaihi salam
Nabi Yusuf 'alaihis salam adalah cucu dari Nabi Ishaq 'alaihi salam, silsilah lengkapnya adalah Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim bin Azar bin Nahur bin Suruj bin Ra'u bin Falij bin 'Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh.
Nabi Yusuf 'alaihis salam merupakan putra urutan ke tujuh dari dua belas putra puteriNabi Ya’qub as. Merupakan anak dari istri Nabi Ya’qub yang bernama Rahil. Dari Ibu Rahil ini Nabi Yusuf 'alaihis salam juga mempunyai adik bernama Benyamin. Nabi Yusuf dianugrahi wajah yang sangat tampan oleh Allah SWT, juga dengan tubuh yang tegap sehingga bisa membuat para wanita terpesona kepadanya.
Kisah cerita Nabi Yusuf as ada dalam satu surat penuh dalam Al Qur an yang bernama Surat Yusuf. Disebutkan bahwa sebab turunnya surat Yufuf adalah karena orang orang yahudi meminta kepada Rasulullah SAW untuk menceritakan kepada mereka kisah Nabi Yusuf 'alaihis salam. Kemudian Allah SWT menurunkan satu surat penuh yang secara terperinci menceritakan kisah Nabi Yusuf as.
Allah SWT berfirman : “Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 3)
Mimpi nabi Yusuf 'alaihis salam
Pada suatu waktu Nabi Yusuf 'alaihis salam bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan semuanya sujud kepadanya, dan mimpinya itu disampaikan kepada ayahnya yaitu Nabi Ya’qub as, sebagaimana tersebut dalam Al Qur’an Surat ke12, Yusuf berikut ini :
“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya : “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku” (Qur'an Surat Yusuf ayat:4)
“Ayah berkata : “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia” (Qur'an Surat Yusuf ayat:5)
Nabi Ya’qub 'alaihis salam mengingatkannya agar jangan sampai Nabi Yusuf as menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya. Sesungguhnya saudara-saudara Nabi Yusuf 'alaihis salam tidak menyukai kedekatannya dengan ayahnya. Nabi Yusuf 'alaihis salam bukanlah saudara kandung mereka, karena berbeda ibu.
Hubungan Yusuf 'alaihis salam dengan saudara-saudaranya
Nabi Yusuf 'alaihis salam adalah anak yang dimanjakan oleh ayahnya, lebih disayang dan dicintai dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain. Rasa sayang Nabi Ya’qub as kepada Nabi Yusuf dan Bunyamin adiknya sebenarnya cukup wajar, karena Nabi Yusuf dan adiknya tidak memiliki ibu karena telah meninggal dunia ketika melahirkan Bunyamin. Karena sebab itulah Nabi Ya’qub 'alaihis salam sangat menyayangi Nabi Yusuf as dan adiknya Bunyamin. Terlebih lagi saat Nabi Ya’qubmendengar dan mengetahui akan mimpi Nabi Yusuf as. Semakin bertambah pula pengawasannya untuk keselamatan Nabi Yusuf as dan adiknya.
Perlakuan yang berbeda dari Nabi Ya’qub as kepada anak-anaknya yang lain menimbulkan rasa iri hati dan dengki di antara saudara-saudara Nabi Yusuf as yang lain.
Nabi Yusuf 'alaihis salam dibuang ke sumur
Suatu hari saudara-saudara Nabi Yusuf 'alaihis salam yang dengki kepadanya berkumpul, namun dalam musyawarah ini Bunyamin tidak diikut sertakan karena ia adalah adik kandung Nabi Yusuf 'alaihis salam. Kemudian mereka berencana untuk mencelakai Nabi Yusuf 'alaihis salam, yakni dengan membuangnya ke dalam sebuah sumur.
Kemudian saudara-saudara Nabi Yusuf 'alaihis salam meminta ayah mereka untuk mengijinkan membawa Nabi Yusuf 'alaihis salam pergi ke suatu tempat, seperti yang diriwayatkan dalam Al Qur'an berikut ini:
“Mereka berkata : “wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menginginkan kebaikan baginya. (Qur'an Surat Yusuf ayat: 11)
Biarlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar ia (dapat) bersenang-sendang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 12)
“Berkata Ya’qub : “Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 13)
“Mereka berkata : “Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 14)
Mereka pun berhasil mengajak Nabi Yusuf 'alaihis salam pada hari berikutnya dan pergi dengannya ke gurun. Mereka lalu memasukkan nabi Yusuf 'alaihis salam ke dalam sebuah sumur tanpa mengenakan pakaian.
Untuk mengelabui ayahnya,saudara-saudara yang benci kepada Nabi Yusuf itu menyembelih hewan sejenis kambing atau rusa, lalu melumurkan darah binatang tersebut ke pakaian Nabi Yusuf as. Dan mereka membawa pulang pakaian tersebut, seperti diterangkan dalam Al Qur’an berikut ini :
“Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 16)
“Mereka berkata : “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba, dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala, dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 17)
Nabi Ya’qub as memegang pakaian anaknya. Lalu memperhatikan pakaian nabi yusuf tersebut, ia melihat pakaian itu masih utuh dan tidak ada tanda-tanda cakaran atau robek. Serigala apa yang makan Nabi Yusuf as? Apakah ia memakan dari dalam pakaian tanpa merobek pakaiannya? Seandainya Nabi Yusuf as mengenakan pakaiannya lalu ia dimakan oleh serigala, semestinya pakaian tersebut akan robek. Seandainya ia telah melepas bajunya untuk bermain dengan saudara-saudaranya, maka bagimana pakaian tersebut dilumuri dengan darah sementara saat itu tidak menggunakan pakaian?
Berdasarkan bukti-bukti itu, Nabi Ya’qub as mengetahui bahwa mereka berbohong. Nabi Yusuf as tidak dimakan oleh serigala. Nabi ya’qub mengetahui bahwa anak-anaknya berbohong, ia mengungkapkan hal itu dalam perkatannya yang tersebut dalam Al Qur an :
“Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu.Ya’qub berkata “sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 18)
Demikianlah perilaku Nabi Ya’qub dengan bijaksananya. Ia meminta agar diberi kesabaran dan memohon pertolongan kepada Allah SWT atas apa yang mereka lakukan terhadap putra kesayangannya.
Nabi Yusuf 'alaihi salam ditemukan di sumur lalu dijual di pasar
Suatu saat ada kafilah yang sedang berjalan menuju Mesir, yaitu satu kafilah besar. Semua kafilah itu menuju sumur, mereka berhenti untuk menambah air. Mereka menghulurkan timba ke sumur. Lalu Nabi Yusuf as bergelantung pada timba tersebut. Orang yang mengulur timba mengira bahwa timbanya telah penuh dengan air. Namun setelah dilihatnya ternyata seorang manusia. Setelah itu mereka menjual Nabi Yusuf ke pasar seperti riwayat dalam Al'Qur'an berikut:
"Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata: 'Oh; kabar gembira, ini seorang anak muda!' Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka tidak tertarik hatinya kepada Yusuf. Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya: 'Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi ia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak.' Dan demikianlah Kami berikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir) dan agar Kami ajarkan kepadanya ta'bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. " (QS. Yusuf: 19-21)
Lelaki yang membeli Nabi Yusuf as bukanlah orang sembarang tetapi ia seorang yang penting. Ia termasuk seseorang yang berasal dari pemerintah yang berkuasa di Mesir. Ia adalah seorang menteri di antara menteri-menteri raja yaitu ketua menteri yang bernama Al Aziz.
Kisah Nabi Yusuf 'alaihis salam dan Zulaikha
Hari demi hari berlalu. Nabi Yusuf as pun semakin tumbuh menjadi dewasa. Nabi Yusuf as oleh Allah diberi kemampuan untuk mengendalikan suatu masalah dan ia diberi pengetahuan tentang kehidupan dan peristiwa peristiwanya. Ia juga diberi kemampuan berdialog yang dapat menarik simpati orang yang mendengarnya. Nabi Yusuf as diberi kemuliaan sehingga ia menjadi pribadi yang agung dan tak tertandingi. Tuannya mengetahui bahwa Allah SWT memuliakannya dengan mengirim Nabi Yusuf as padanya. Ia mengetahui bahwa Nabi Yusuf memiliki kejujuran, kemuliaan, dan istiqamah (keteguhan) lebih dari siapapun yang pernah ia temui dalam selama hidupnya.
Nabi Yusuf 'alaihis salam diberi Wajah yang rupawan sehingga membuat Zulaikah sang isteri Al Azis terpesona. Ia mer4yunya dengan terang terangan. Wanita itu menutup semua pintu dan melupakan rasa malunya, kemudian ia mengunggapkan rasa cintanya Nabi Yusuf as.
Godaan dari wanita itu merupakan godaan yang cukup berat, namun beliu mampu untuk melawannya. Zulaikha mengulurkan tangannya kepada Yusuf dan berusaha untuk memeluknya. Nabi Yusuf as berputar dan berlari menuju ke pintu. Lalu ia dikejar oleh wanita itu dan wanita itu menarik-narik pakaiannya. Keduanya sampai ke pintu. Namun tiba tiba itu terbuka, suaminya dan salah satu kerabatnya ada di muka pintu yang terbuka itu.
Setelah melihat suaminya ada di hadapannya, ia segera menggunakan kelicikannya. Wanita itu berbicara dengan melontarkan tuduhan kepada Nabi Yusuf as, seperti yang diterangkan dalam Al Qur’an berikut ini :
“Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata : “apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 25)
Yusuf berkata : “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)” dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksian : “Jika baju gamis koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itu yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 26 – 27)
Setelah mengetahui siapa yang salah, si suami mengakhiri masalah tersebut, lalu Nabi Yusuf as pun pergi. Tuan rumah itu tidak meminta perincian peristiwa yang terjadi antara iserinya dan pemuda yang mengabdi kepadanya. Yang ia minta adalah agar pembicaraan itu ditutup sampai di sini saja.
Kisah para wanita terpotong tangannya ketika melihat Nabi Yusuf 'alaihis salam
Masalah mengenai isteri menteri yang menggoda nabi Yusuf 'alaihis salam ternyata tidak bisa ditutup untuk kalangan terbatas. Akhirnya masalah tersebtu diketahui orang banyak dan tersebar ke isteri-isteri pembesar lainnya.
Isteri Al Azis ingin membuat pembelaan diri dengan mengundang para isteri-isteri pembesar lainnya untuk datang ke rumahnya, untuk dijamu dengan makanan dan minuman.
Dalam acara jamuan tersebut, Zulaikha menyajikan buah-buahan lengkap dengan pisau untuk mengupasnya, lalu disuruhnya Nabi Yusuf 'alaihis salam untuk lewat di depan para tamu tersebut, karena terpesona oleh ketampanan Nabi Yusuf, para istri-istri pembesar itu melukai tangan mereka saat mengupas buah. Dengan kejadian ini maka Zulaikha dapat membauktikan bahwa Istri para pembesar yang baru saja bertemu yusuf sudah tergoda, apalagi dia yang hidup sehari-hari bersama yusuf tentu tidak tahan. Seperti yang diriwayatkan dalam Al'Qur'an berikut ini:
'Keluarlah (nampakanlah dirimu) kepada mereka.' Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum akan keelokan rupanya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: 'Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia. Wanita itu berkata: 'Itulah dia orang yang membuat aku tertarik kepadanya dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan termasuk golongan orang- orang yang hina. Yusuf berkata: 'Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.' Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Yusuf: 31-34)
Catatan penting mengenai nama Zulaikha: Penting untuk diketahui bahwa nama Zulaikha istri al azis di atas sampai saat ini masih diragukan kebenarannya. Karena di Al Qur an sendiri tidak dijelaskan mengenai nama dari Istri Al Azis.
Nabi Yusuf 'alaihis salam masuk penjara
Dengan adanya berita tentang nabi Yusuf 'alaihis salam yang terus menjadi perbincangan di negeri Mesir, pemerintah merasa kewibawannya dipertaruhkan. Lalu penguasa dari pemerintah menangkap Nabi Yusuf as. Ia dimasukkan ke dalam penjara untuk membungkam berita berita tentang Nabi Yusuf yang terus menjadi pembericaraan.
Dakwah
Ketika Nabi Yusuf dipenjara ia berdakwah kepada orang-orang di sana, selain itu ia pula mentakwilkan mimpi dua orang yang masuk penjara. Satu orang sebagai pembuat roti di tempat raja, dan satu lagi seorang yang tugasnya memberikan minunam kepada raja. Seperti dalam Al'Qur'an berikut ini:
"Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Berkatalah salah seorang di antara keduanya: 'Sesungguhnya aku bermimpi bahawa aku akan memeras anggur. Dan yang lainnya berkata: 'Sesungguhnya aku bermimpi bahawa, aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung.' Berikanlah kepada kami ta'birnya: Sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (menakwilkan mimpi). Yusuf berkata: 'Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu sebelum makanan itu sampai kepadamu. Yang demikian itu adalah sebahagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kemudian. Dan aku mengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub. Tidaklah patut bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu pun dengan Allah Yang demikian itu adalah dari kurnia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia itu tidak mensyukuri(Nya). Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek-nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya." (QS. Yusuf: 36-40)
Setelah dakwah yang sangat dalam ini dan setelah Yusuf mengemukakan argumentasinya kepada orang-orang yang bertanya, beliau mulai mentafsirkan mimpi yang mereka lihat, Kemudian Nabi Yusuf berdoa kepada Allah yang maha mengetahui untuk memberinya petunjuk. Kemudian Nabi Yusuf alaihis salam memberitahu ke pada si tukang roti bahwa ia akan disalib dan akan meninggal dunia. Sementara itu si tukang pemberi minuman akan bebas dari penjara dan kembali bekerja di tempat asalnya.
Hai kedua kawanku sepenjara! Adapun salah seorang di antara kalian akan menjadi pelayan menuman anggur untuk raja. Sedangkan yang lain, dia akan disalib dan kepalanya akan dimakan burung. Dengan ini soal yang kalian tanyakan itu sudah terjawab." (Qur'an surat Yusuf ayat 41)
Yusuf telah mengamantkan kepada seorang diantara yang akan dibebaskan katanya: "Ceritakanlah perihalku ini kepada tuanmu!" Tetapi setan telah membuat orang itu lupa akan pesan itu sehingga tidak sampai diceritakannya kepada tuannya. Oleh karena itu Yusuf terpaksa tinggal dalam penjara beberapa tahun lagi. (Qur'an surat Yusuf ayat 42)
Beberapa waktu kemudian, ternyata apa yang diceritakan oleh Yusuf benar benar terjadi. Si tukang roti mati terbunuh sementara tukang pemberi minuman raja kembali dimaafkan dan kembali bekerja di istana. Namun ketika kembali ke istana si tukang pemberi minum itu lupa menceritakan tentang pesan dari Nabi Yusuf kepada raja, ia telah dilalaikan oleh setan. Sehingga Nabi Yusuf pun tinggal dipenjara selama beberapa tahun.
Mimpi sang raja hingga Yusuf bebas dari penjara
Suatu hari, raja bermimpi dalam tidurnya. mimpi tersebut membuatnya gusar sehingga meminta para ahli tafsir mimpi untuk mentakwilkannya, namun tak seorangpun dari mereka yang memberikan jawaban yang memuaskan.
"Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): 'Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering. Hai orang-orang yang termuka, terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat menakwilkan mimpiku. Mereka menjawab: 'Itu adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu takwil mimpi itu.' Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya: 'Aku akan memberitahukan kepadamu tentang (orang yang pandai) menakwilkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya).' (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): 'Yusuf, hai orang yang amat dipercayai, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu agar mereka mengetahuinya.'"(QS. Yusuf: 43-46)
Kabar mengenai mimpi raja itu akhirnya sampai ke telinga petugas pemberi minum raja yang dulu sempat di penjara. Ia pun segera bergegas ke tempat sang raja dan menceritakan apa yang dialaminya bersama Yusuf. Kemudian raja mengutus orang itu ke penjara untuk menemui Yusuf dan bertanya kepadanya perihal mimpinya.
Beberapa saat kemudian pemberi minum raja itu mendatangi Nabi Yusuf as yang sedang berada di penjara. Utusan itu menanyakan kepadanya mengenai arti dari mimpi raja. Kemudian Nabi Yusuf pun mampu mentafsirkan mimpi sang raja. Ia menjelaskan kepada utusan itu, seperti yang diriwayatkan dalam ayat Al'Qur'an berikut:
Yusuf menjawab, "Kamu harus bercocok tanam selama tujuh tahun secara terus menerus. dari hasil panen yang kamu sabit, simpanlah dengan tangkai-tangkainya; hanya sebagian kecil sajalah yang boleh kamu makan." (QS. Yusuf: 47)
"Selanjutnya nanti akan datang masa paceklik pada tujuh tahun berikutnya, yang akan menghabiskan persediaan yang kamu asingkan. Hanya sedikit saja yang dapat kamu sisakan" (QS. Yusuf: 48)
"Sesudah itu akan datang musim hujan, hasil pertanian melimpah ruah, sehingga orang dapat membuat anggur dan sari buah." (QS. Yusuf: 49)
Setelah mendengar itu maka utusan tersebut menyampaikan apa yang diucapkan yusuf kepada sang raja. Mendengar semua penjelasan dari Yusuf, raja menjadi heran. Kemudian ia berkata “Siapa garangan orang yang dipenjara ini. Sungguh luar biasa. Ia menceritakan hal hal yang akan terjadi, bahkan lebih dari itu dia memberikan cara-cara mengatasi persoalan yang akan terjadi tanpa meminta upah atau balasan atau agar ia dibebaskan dari penjara”
Kemudian raja mengeluarkan perintah agar Nabi Yusuf as dibebaskan dari penjara dan dihadirkan kepadanya. Lalu utusan raja pergi ke penjara. Utusan itu bukan utusan pertama yang merupakan pembeiri minum. Namun ia adalah seorang yang menyandang jabatan penting. ia meminta kepada Yusuf agar keluar dari penjara dan menemui raja.
Namun ternyata Nabi Yusuf menolak keluar dari penjara kecuali semua tuduhan yang diarahkan kepadanya dicabut. Sebelumnya Nabi Yusuf masuk penjara karena tuduhan telah memotong tangan para wanita. Orang pemerintahan menggunakan berbagai macam kebohongan yang sulit diterima akal, namun bagi mereka itu adalah sesuatu yang sah. Dan Nabi Yusuf tidak akan mau keluar dari penjara jika tuduhannya tidak dicabut. Selanjutnya sang raja memanggil para wanita yang dulu pernah memotong tangannya sendiri. kisahnya dijelaskan dalam ayat Al'Qur'an berikut ini:
Raja bersabda, "Bawalah Yusuf ke hadapanku!" Tatkala utusan itu mendatangi Yusuf untuk menyampaikan perintah raja, Yusuf menjawab: "Kembalilah lebih dahulu kepada tuanmu, sebelum aku pribadi berhadapan dengan dia, dan tanyakan kepada Baginda: "Bagaimana sebenarnya pikiran para wanita yang memotong jari jemarinya itu? Sebenarnya Tuhanku Maha Tahu tentang tipu muslihat mereka." (Qur'an Surat Yusuf ayat:50)
Raja meminta keterangan dari para wanita, sabdanya: 'Apakah maksud yang sebenarnya maka sampai kalian menggoda Yusuf itu untuk menundukkan dirinya kepada kalian, adakah kecenderungan dari pihaknya untuk berbuat tidak sen0n0h terhadap kalian?' Mereka menjawab "Na'uudzubillah! semoga tuhan melindungi kami. Sepanjang pengetahuan kami, sedikitpun tidak mungkin berbuat c4bul." Kini, istri yang dipertuan mengaku terus terang, katanya, "Nah, sekarang pernyataan yang sebenarnya dari pihakku untuk semua! memang akulah yang mencmbu r4yu dia, bukan dia yang mer4yu aku. Dan dialah yang berada di pihak yang benar. (Qur'an Surat Yusuf ayat:51)
Setelah mendengar pernyataan langsung dari para wanita termasuk Zulaikha, maka raja yakin bahwa Yusuf tidak bersalah. kemudian sang raja memerintahkan agar Yusuf dibebaskan dari penjara.
Nabi Yusuf as diangkat menjadi menteri Mesir
Setelah Yusuf keluar dari penjara maka raja mengangkatnya menjadi mentri, seperti dalam ayat Al Qur'an berikut:
Raja bersabda: "Bawalah Yusuf ke hadapanku, aku hendak mengangkatnya menjadi pembantu pribadi. "Setelah bercakap-cakap dengan Yusuf sekedarnya, iapun bersabda: "Mulai hari ini, kau dianggat menjadi pejabat tinggi di samping kami dengan kepercayaan penuh." (Qur'an Surat Yusuf ayat:54)
Yusuf menjawab: "Angkatlah aku menjadi mentri urusan perbendaharaan negara! aku tidak akan menyia-nyiakan kewajiban itu, lagi pula aku tahu cara mengurusnya". (Qur'an Surat Yusuf ayat:55)
Yusuf menyatakan kesanggupannya bukan karena kesombongannya, tapi ia tahu bahwa ia tidak dapat berbuat banyak untuk kemakmuran rakyat tanpa jabatan itu di tangannya.
Kemudian masa paceklik itu pun tiba. Dan itu tidak masalah bagi negeri mesir, karena persediaan telah disediakan oleh Nabi Yusuf yang bisa menjamin dengan baik rakyat mesir selama tujuh tahun berturut-turut.
Nabi Yusuf 'alaihis salam berjumpa lagi dengan saudaranya
Saat itu kelaparan dan paceklik tidak hanya terjadi pada negeri Mesir, namun terjadi juga di negeri di dekatnya, seperti Negeri kan’an yang ditempati ayah dan saudara saudaranya itu Nabi Ya’qub as dan saudara saudarnya juga mengalami masa susah pangan.
Rakyat yang tinggal di negeri sekitar mesir juga meminta pertolongan ke Mesir, tidak terkecuali saudara-saudara Yusuf yang dulu pernah membuangnya. Mereka berbaris dalam rombongan orang orang yang membutuhkan.
Saudara-saudara Yusuf berdatangan ke Mesir. Mereka langsung memasuki ruang kerjanya. Yusuf segera mengenal mereka, tapi mereka telah lupa. (Qur'an Surat Yusuf ayat:58)
Tatkala Yusuf menyiapkan bahan pangan untuk mereka melebihi jatahnya, ia berpesan: "Lain kali, bawalah kemari saudara kalian yang seayah. Bukankah kalian telah melihat sendiri aku menyukat sukatan dengan cukup dan menerima tamu dengan ramah?(Qur'an Surat Yusuf ayat:59)
Saudara Yusuf yang datang ke Mesir sepuluh orang. Seharusnya mereka mendapat jatah sepuluh beban unta. Tapi Yusuf tahu yang tinggal di Kan'an ada dua orang lagi yaitu ayahnya sendiri dan adiknya Bunyamin. Untuk mereka, Yusuf menambahkan jatah untuk dua orang lagi.
Bila kalian tidak membawanya kepadaku, maka kalian tidak akan mendapatkan jatah lagi daripadaku. Bahkan janganlah kalian mendekat lagi ke negeriku ini. (Qur'an Surat Yusuf ayat: 60)
Mereka menjawab: "Kami akan berusaha membujuk ayahnya agar memperbolehkannya pergi ke mari. Kami sungguh-sungguh akan mmelaksanakannya"(Qur'an Surat Yusuf ayat:61)
Sebelum mereka pergi, Yusuf memerintahkan kepada pelayannya memasukkan kembali barang-barang dagangan yang mereka bawa untuk dibarter dengan bahan pangan.
Lalu Yusuf memerintahakan kepada pelayan-pelayannya: "Masukanlah barang dagangan mereka kembali dalam karungnya agar mereka mengenali budi baik kita setibanya mereka kembali di tengah-tengah keluarganya. Semoga mereka datang lagi"(Qur'an Surat Yusuf ayat:62)
Saat mereka tiba di rumah, mereka menceritakan tentang semua yang dialami ketika di Mesir termasuk pesan dari Mentri (Yusuf). Mulanya ayah mereka (Ya'Qub) keberatan apabila Bunyamin akan dibawa serta ke Mesir, namun akhirnya setelah sepuluh saudara Yusuf bersumpah atas nama Allah, Ya'qubpun memberi ijin dengan memberi pesan sebagai berikut,
Selanjutnya Ya'qub berpesan: "Hai anak-anakku! janganlah kalian masuk melalui wazir itu dari satu pintu secara serempak, tapi masuklah dari beberapa buah pintu yang berlainan seorang demi seorang. Namun berhati-hatilah, karena aku tidak dapat membela kalian dari ketentuan hukum Allah. Keputusan hukum hanyalah wewenang Allah. Kepada-Nya aku mempercayakan diri, dan kepada-Nya pula hendaknya orang yang tawakal mempercayakan dirinya." (Qur'an Surat Yusuf ayat:67)
Yusuf bertemu Bunyamin
Tibalah waktunya saudara-saudara Yusuf menuju Mesir termasuk Bunyamin. Merekapun melaksanakan pesan dari ayahnya dengan masuk melalui pintu yang berlainan. Saat Bunyamin bertemu dengan Yusuf, dirangkulnya saudara seibu yang sudah lama dirindukannya, kemudian Yusuf menjelaskan siapa dirinya sebenarnya.
Agar Yusuf dapat menahan Bunjamin, Yusuf membuat siasat yakni dengan memasukkan sebuah piala ke dalam karung Bunjamin(semacam mangkuk berkaki tempat minum dari emas, sebagian Mufassirin mengatakan dari perak). Akhirnya benjamin dapat bersama dengan Yusuf di mesir.
Selanjutnya Saudara-saudara Yusuf pulang menemui ayah mereka dan menceritakan tentang Bunyamin yang ditahan di Mesir, ayahnya kemudian menyuruh mereka kembali ke Mesir untuk mencari keterangan tentang Yusuf dan Bunyamin, dengan memberi pesan terlebih dahulu,
"Wahai anak-anakku! Pergilah kalian ke Mesir dan carilah keterangan tentang Yusuf dan Saudaranya (Bunyamin), dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah, kecuali orang-orang kafir." (Qur'an Surat Yusuf ayat:87)
Saat Anak-anak Ya'qub tiba di mesir untuk menukar barang dagangan dengan bahan makanan, maka saat itulah Nabi Yusuf 'alaihis salam menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya kepada Saudara-saudaranya yang seayah tersebut. Kisahnya dijelaskan dalam Al'Qur'an berikut ini:
Syahdan, tatkala mereka masuk menemui Yusuf, mereka berkata: Wahai Paduka yang mulia! kami skeluarga telah ditimpa bahaya kelaparan, sedang kami hanya membawa barang dagangan yang berharga murah. Namun beri jualah kami jatah pangan secukupnya. Kelebihannya, ganti bersedekah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah." (Qur'an Surat Yusuf ayat:88)
Yusuf berkata lantang: " Adakah kalian ingat akan kelakuan buruk yang pernah kalian lakukan kepada Yusuf dahulu, dan selang belum lama ini kalian tidak menyadari akibatnya?" (Qur'an Surat Yusuf ayat:89)
Mereka berbalik tanya: "Apakah engkau ini Yusuf?" Yusuf menjawab: "Ya! Sayalah Yusuf yang kalian aniyaya dulu, dan yang ini, adikku Bunyamin yang telah kalian pisahkan dengan aku. Allah telah mengaruniakan pertemuan kepada kami. Sebenarnya, barang siapa yang taqwa dan tabah, maka Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebajikan." (Qur'an Surat Yusuf ayat:90)
Meski saudara-saudara Yusuf telah berbuat aniyaya terhadap dirinya namun yusuf telah memaafkannya, dan membebaskan mereka dari berbagai tuntutan.
Kemudian Yusuf menyuruh mereka untuk pulang dan membawa keluarganya yang berada di Kan'an untuk ke Mesir, dengan membawa baju Yusuf untuk dilekapkan ke wajah ayahnya, Ya'qub. Selanjutnya mereka pulang ke negeri Kan'an untuk menemui ayahnya.
Sementara anak-anak nabi Ya'qub masih di perjalanan, di rumah, Nabi ya'qub dengan izin Allah dapat mencium bau baju Yusuf yang sedang dibawa oleh saudara-saudaranya meski jaraknya sangat jauh. Perasaan Nabi Ya'qub itu diungkapkan kepada cucunya, namun cucunya tidak percaya, karena kakeknya tersebut masih teguh berpendirian bahwa Yusuf masih hidup.
Tatkala pembawa berita gembira itu tiba, dilekapkannya baju Yusuf ke wajah Ya'qub. Serta merta ia dapat melihat kembali, lalu berkata: "Bukankah telah kukatakan kepada kalian bahwa aku dapat mengetahui dari Allah sesuatu yang tidak kamun ketahui:" (Qur'an Surat Yusuf ayat:96)
Nabi Ya'qub sudah lama tidak dapat melihat karena memikirkan anaknya, Yusuf yang berpisah sekian lama dan akhirnya dapat melaihat kembali dengan bantuan baju Yusuf. Melihat peristiwa itu, anak-anak Ya'qub memohon ampunan dan mengaku telah berbuat salah, dan Nabi Ya'qub berjanji untuk memohon pengampunan dari Allah untuk mereka.
Tabir mimpi Nabi Yusuf terdahulu
Berangkatlah Nabi Ya'qub sekeluarga ke Mesir, dan merekapun bertemu dengan Nabi Yusuf "alaihis salam, Seperti yang dijelaskan dalam Al'Qur'an berikut ini:
Tatkala mereka memasuki istana, Yusuf segera merangkul ayah bundanya segera berkata: "Selamat datang di Mesir! Insya Allah dengan selamat." (Qur'an Surat Yusuf ayat:99)
Maksud dari "ayah bundanya" adalah, ayah serta saudara perempuan ibunya yang telah dikawini oleh ayahnya sejak ibu kandungnya sudah tiada. Ini pendapat kebanyakan ahli tafsir, kecuali Ibnu Jarir dan kawan-kawan.
Yusuf menuntun kedua orang tuanya ke atas singgasana, lalu mereka semua meniarap sujud kepada Yusuf. Setelah itu Yusuf berkata: "Wahai orang tuaku! Rupanya inilah tabir mimpiku yang dahulu, di mana Tuhanku telah menjadikannya peristiwa nyata. Sungguh Dia telah mengaruniakan kebaikan kepadaku: mulanya ketika Ia mengeluarkanku dari penjara, lalu mendatangkan kamu semuanya kemari dari pedalaman, sesudah setan merusak hubungan baik antaraku dan saudara-saudaraku. Sungguh Tuhanku Maha Lembut terhadap barang apa yang dikehendaki-Nya. Dia-pun Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana." (Qur'an Surat Yusuf ayat:100)
Mimpi Nabi Yusuf yang pernah ia ceritakan kepada ayahnya akhirnya terwujud, saudara-saudara Yusuf yang berjumlah sebelas orang berikut dengan kedua orang tuanya. Semua sujud kepada Yusuf sebagaimana yang dilihat Yusuf dalam mimpinya. Sujud di sini bukan dalam pengertian ibadah, tapi dalam pengertian penghormatan. dalam syariat Nabi Ya'qub sujud penghormatan seperti ini, hukumya Harus.
Seketika itu Nabi Yusuf, berdo'a, ia bersyukur atas nikmat dan karunia Allah, sebagaimana dterangkan dalam Al Qu’ran :
“Tuhanku, Dikau telah mengaruniai daku kekuasaan, dan Dikau telah mengajarkan kepadaku tentang menakwilkan mimpi. sehingga terjadinya tepat seperti yang kuramalkan. Tuhan pencipta langit dan bumi! Dikau-lah pelindungku di dunia ini dan di akhirat nanti. Wafatkanlah aku sebagai seorang muslim, dan sejajarkanlah aku dengan orang-orang yang salih." (Qur'an Surat Yusuf ayat:101)
Penutup
Itulah kisah cerita Nabi Yusuf as yang dimulai dengan penderitaan yang bertubi tubi yang ia terima dengan tabah dan penuh kesabaran. Namun segala penderitaannya lenyap dan Allah mengangkat Nabi Yusuf as menjadi pembesar di Mesir dan akhirnya beliau menjadi raja. Nabi Yusuf 'alaihis salam meninggal dunia pada usia 110 Tahun.
Sumber:
Al qur'an
Beliau menghadapi persekongkolan jahat yang justru datang dari orang-orang yang dekat dengannya, yaitu saudara-saudaranya. Mereka merencanakan untuk membunuhnya. Rencana itu mereka buat saat Nabi Yusuf 'alaihis salam masih kecil, mereka memasukkan Nabi Yusuf 'alaihi salam ke dalam sebuah sumur. Setelah seseorang menemukannya kemudian Nabi Yusuf 'alaihis salam dijual di pasar mesir lalu dia dibeli dengan harga yang sangar murah. Kemudian beliau menghadapi r4yuan dari isteri seorang pria yang mempunyai jabatan penting saat itu. Ketika ia menolak r4yuannya, ia pun dimasukkan ke dalam penjara. Dalam beberapa waktu, beliau menjadi tahanan di penjara. Setelah mampu mentakwilkan mimpi sang raja iapun dibebaskan dari penjara dan akhirnya Beliau menjadi menteri dari raja yang pertama.
Waktupun berlalu maka dengan izin Allah Nabi Yusuf 'alaihis salam dapat bertemu kembali dengan seluruh keluarganya, termasuk dengan ayahnya, Nabi Ya'qub 'alaihis salam. Ia memulai dakwahnya di jalan Allah Yang Maha Esa dari panggung kekuasaan. Ia melaksanakan rencana Allah SWT dan menunaikan perintahnya.
Silsilah Nabi Yusuf 'alaihi salam
Nabi Yusuf 'alaihis salam adalah cucu dari Nabi Ishaq 'alaihi salam, silsilah lengkapnya adalah Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim bin Azar bin Nahur bin Suruj bin Ra'u bin Falij bin 'Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh.
Nabi Yusuf 'alaihis salam merupakan putra urutan ke tujuh dari dua belas putra puteriNabi Ya’qub as. Merupakan anak dari istri Nabi Ya’qub yang bernama Rahil. Dari Ibu Rahil ini Nabi Yusuf 'alaihis salam juga mempunyai adik bernama Benyamin. Nabi Yusuf dianugrahi wajah yang sangat tampan oleh Allah SWT, juga dengan tubuh yang tegap sehingga bisa membuat para wanita terpesona kepadanya.
Kisah cerita Nabi Yusuf as ada dalam satu surat penuh dalam Al Qur an yang bernama Surat Yusuf. Disebutkan bahwa sebab turunnya surat Yufuf adalah karena orang orang yahudi meminta kepada Rasulullah SAW untuk menceritakan kepada mereka kisah Nabi Yusuf 'alaihis salam. Kemudian Allah SWT menurunkan satu surat penuh yang secara terperinci menceritakan kisah Nabi Yusuf as.
Allah SWT berfirman : “Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 3)
Mimpi nabi Yusuf 'alaihis salam
Pada suatu waktu Nabi Yusuf 'alaihis salam bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan semuanya sujud kepadanya, dan mimpinya itu disampaikan kepada ayahnya yaitu Nabi Ya’qub as, sebagaimana tersebut dalam Al Qur’an Surat ke12, Yusuf berikut ini :
“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya : “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku” (Qur'an Surat Yusuf ayat:4)
“Ayah berkata : “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia” (Qur'an Surat Yusuf ayat:5)
Nabi Ya’qub 'alaihis salam mengingatkannya agar jangan sampai Nabi Yusuf as menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya. Sesungguhnya saudara-saudara Nabi Yusuf 'alaihis salam tidak menyukai kedekatannya dengan ayahnya. Nabi Yusuf 'alaihis salam bukanlah saudara kandung mereka, karena berbeda ibu.
Hubungan Yusuf 'alaihis salam dengan saudara-saudaranya
Nabi Yusuf 'alaihis salam adalah anak yang dimanjakan oleh ayahnya, lebih disayang dan dicintai dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain. Rasa sayang Nabi Ya’qub as kepada Nabi Yusuf dan Bunyamin adiknya sebenarnya cukup wajar, karena Nabi Yusuf dan adiknya tidak memiliki ibu karena telah meninggal dunia ketika melahirkan Bunyamin. Karena sebab itulah Nabi Ya’qub 'alaihis salam sangat menyayangi Nabi Yusuf as dan adiknya Bunyamin. Terlebih lagi saat Nabi Ya’qubmendengar dan mengetahui akan mimpi Nabi Yusuf as. Semakin bertambah pula pengawasannya untuk keselamatan Nabi Yusuf as dan adiknya.
Perlakuan yang berbeda dari Nabi Ya’qub as kepada anak-anaknya yang lain menimbulkan rasa iri hati dan dengki di antara saudara-saudara Nabi Yusuf as yang lain.
Nabi Yusuf 'alaihis salam dibuang ke sumur
Suatu hari saudara-saudara Nabi Yusuf 'alaihis salam yang dengki kepadanya berkumpul, namun dalam musyawarah ini Bunyamin tidak diikut sertakan karena ia adalah adik kandung Nabi Yusuf 'alaihis salam. Kemudian mereka berencana untuk mencelakai Nabi Yusuf 'alaihis salam, yakni dengan membuangnya ke dalam sebuah sumur.
Kemudian saudara-saudara Nabi Yusuf 'alaihis salam meminta ayah mereka untuk mengijinkan membawa Nabi Yusuf 'alaihis salam pergi ke suatu tempat, seperti yang diriwayatkan dalam Al Qur'an berikut ini:
“Mereka berkata : “wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menginginkan kebaikan baginya. (Qur'an Surat Yusuf ayat: 11)
Biarlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar ia (dapat) bersenang-sendang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 12)
“Berkata Ya’qub : “Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 13)
“Mereka berkata : “Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 14)
Mereka pun berhasil mengajak Nabi Yusuf 'alaihis salam pada hari berikutnya dan pergi dengannya ke gurun. Mereka lalu memasukkan nabi Yusuf 'alaihis salam ke dalam sebuah sumur tanpa mengenakan pakaian.
Untuk mengelabui ayahnya,saudara-saudara yang benci kepada Nabi Yusuf itu menyembelih hewan sejenis kambing atau rusa, lalu melumurkan darah binatang tersebut ke pakaian Nabi Yusuf as. Dan mereka membawa pulang pakaian tersebut, seperti diterangkan dalam Al Qur’an berikut ini :
“Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 16)
“Mereka berkata : “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba, dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala, dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 17)
Nabi Ya’qub as memegang pakaian anaknya. Lalu memperhatikan pakaian nabi yusuf tersebut, ia melihat pakaian itu masih utuh dan tidak ada tanda-tanda cakaran atau robek. Serigala apa yang makan Nabi Yusuf as? Apakah ia memakan dari dalam pakaian tanpa merobek pakaiannya? Seandainya Nabi Yusuf as mengenakan pakaiannya lalu ia dimakan oleh serigala, semestinya pakaian tersebut akan robek. Seandainya ia telah melepas bajunya untuk bermain dengan saudara-saudaranya, maka bagimana pakaian tersebut dilumuri dengan darah sementara saat itu tidak menggunakan pakaian?
Berdasarkan bukti-bukti itu, Nabi Ya’qub as mengetahui bahwa mereka berbohong. Nabi Yusuf as tidak dimakan oleh serigala. Nabi ya’qub mengetahui bahwa anak-anaknya berbohong, ia mengungkapkan hal itu dalam perkatannya yang tersebut dalam Al Qur an :
“Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu.Ya’qub berkata “sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 18)
Demikianlah perilaku Nabi Ya’qub dengan bijaksananya. Ia meminta agar diberi kesabaran dan memohon pertolongan kepada Allah SWT atas apa yang mereka lakukan terhadap putra kesayangannya.
Nabi Yusuf 'alaihi salam ditemukan di sumur lalu dijual di pasar
Suatu saat ada kafilah yang sedang berjalan menuju Mesir, yaitu satu kafilah besar. Semua kafilah itu menuju sumur, mereka berhenti untuk menambah air. Mereka menghulurkan timba ke sumur. Lalu Nabi Yusuf as bergelantung pada timba tersebut. Orang yang mengulur timba mengira bahwa timbanya telah penuh dengan air. Namun setelah dilihatnya ternyata seorang manusia. Setelah itu mereka menjual Nabi Yusuf ke pasar seperti riwayat dalam Al'Qur'an berikut:
"Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata: 'Oh; kabar gembira, ini seorang anak muda!' Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka tidak tertarik hatinya kepada Yusuf. Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya: 'Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi ia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak.' Dan demikianlah Kami berikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir) dan agar Kami ajarkan kepadanya ta'bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. " (QS. Yusuf: 19-21)
Lelaki yang membeli Nabi Yusuf as bukanlah orang sembarang tetapi ia seorang yang penting. Ia termasuk seseorang yang berasal dari pemerintah yang berkuasa di Mesir. Ia adalah seorang menteri di antara menteri-menteri raja yaitu ketua menteri yang bernama Al Aziz.
Kisah Nabi Yusuf 'alaihis salam dan Zulaikha
Hari demi hari berlalu. Nabi Yusuf as pun semakin tumbuh menjadi dewasa. Nabi Yusuf as oleh Allah diberi kemampuan untuk mengendalikan suatu masalah dan ia diberi pengetahuan tentang kehidupan dan peristiwa peristiwanya. Ia juga diberi kemampuan berdialog yang dapat menarik simpati orang yang mendengarnya. Nabi Yusuf as diberi kemuliaan sehingga ia menjadi pribadi yang agung dan tak tertandingi. Tuannya mengetahui bahwa Allah SWT memuliakannya dengan mengirim Nabi Yusuf as padanya. Ia mengetahui bahwa Nabi Yusuf memiliki kejujuran, kemuliaan, dan istiqamah (keteguhan) lebih dari siapapun yang pernah ia temui dalam selama hidupnya.
Nabi Yusuf 'alaihis salam diberi Wajah yang rupawan sehingga membuat Zulaikah sang isteri Al Azis terpesona. Ia mer4yunya dengan terang terangan. Wanita itu menutup semua pintu dan melupakan rasa malunya, kemudian ia mengunggapkan rasa cintanya Nabi Yusuf as.
Godaan dari wanita itu merupakan godaan yang cukup berat, namun beliu mampu untuk melawannya. Zulaikha mengulurkan tangannya kepada Yusuf dan berusaha untuk memeluknya. Nabi Yusuf as berputar dan berlari menuju ke pintu. Lalu ia dikejar oleh wanita itu dan wanita itu menarik-narik pakaiannya. Keduanya sampai ke pintu. Namun tiba tiba itu terbuka, suaminya dan salah satu kerabatnya ada di muka pintu yang terbuka itu.
Setelah melihat suaminya ada di hadapannya, ia segera menggunakan kelicikannya. Wanita itu berbicara dengan melontarkan tuduhan kepada Nabi Yusuf as, seperti yang diterangkan dalam Al Qur’an berikut ini :
“Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata : “apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 25)
Yusuf berkata : “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)” dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksian : “Jika baju gamis koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itu yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar” (Qur'an Surat Yusuf ayat: 26 – 27)
Setelah mengetahui siapa yang salah, si suami mengakhiri masalah tersebut, lalu Nabi Yusuf as pun pergi. Tuan rumah itu tidak meminta perincian peristiwa yang terjadi antara iserinya dan pemuda yang mengabdi kepadanya. Yang ia minta adalah agar pembicaraan itu ditutup sampai di sini saja.
Kisah para wanita terpotong tangannya ketika melihat Nabi Yusuf 'alaihis salam
Masalah mengenai isteri menteri yang menggoda nabi Yusuf 'alaihis salam ternyata tidak bisa ditutup untuk kalangan terbatas. Akhirnya masalah tersebtu diketahui orang banyak dan tersebar ke isteri-isteri pembesar lainnya.
Isteri Al Azis ingin membuat pembelaan diri dengan mengundang para isteri-isteri pembesar lainnya untuk datang ke rumahnya, untuk dijamu dengan makanan dan minuman.
Dalam acara jamuan tersebut, Zulaikha menyajikan buah-buahan lengkap dengan pisau untuk mengupasnya, lalu disuruhnya Nabi Yusuf 'alaihis salam untuk lewat di depan para tamu tersebut, karena terpesona oleh ketampanan Nabi Yusuf, para istri-istri pembesar itu melukai tangan mereka saat mengupas buah. Dengan kejadian ini maka Zulaikha dapat membauktikan bahwa Istri para pembesar yang baru saja bertemu yusuf sudah tergoda, apalagi dia yang hidup sehari-hari bersama yusuf tentu tidak tahan. Seperti yang diriwayatkan dalam Al'Qur'an berikut ini:
'Keluarlah (nampakanlah dirimu) kepada mereka.' Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum akan keelokan rupanya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: 'Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia. Wanita itu berkata: 'Itulah dia orang yang membuat aku tertarik kepadanya dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan termasuk golongan orang- orang yang hina. Yusuf berkata: 'Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.' Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Yusuf: 31-34)
Catatan penting mengenai nama Zulaikha: Penting untuk diketahui bahwa nama Zulaikha istri al azis di atas sampai saat ini masih diragukan kebenarannya. Karena di Al Qur an sendiri tidak dijelaskan mengenai nama dari Istri Al Azis.
Nabi Yusuf 'alaihis salam masuk penjara
Dengan adanya berita tentang nabi Yusuf 'alaihis salam yang terus menjadi perbincangan di negeri Mesir, pemerintah merasa kewibawannya dipertaruhkan. Lalu penguasa dari pemerintah menangkap Nabi Yusuf as. Ia dimasukkan ke dalam penjara untuk membungkam berita berita tentang Nabi Yusuf yang terus menjadi pembericaraan.
Dakwah
Ketika Nabi Yusuf dipenjara ia berdakwah kepada orang-orang di sana, selain itu ia pula mentakwilkan mimpi dua orang yang masuk penjara. Satu orang sebagai pembuat roti di tempat raja, dan satu lagi seorang yang tugasnya memberikan minunam kepada raja. Seperti dalam Al'Qur'an berikut ini:
"Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Berkatalah salah seorang di antara keduanya: 'Sesungguhnya aku bermimpi bahawa aku akan memeras anggur. Dan yang lainnya berkata: 'Sesungguhnya aku bermimpi bahawa, aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung.' Berikanlah kepada kami ta'birnya: Sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (menakwilkan mimpi). Yusuf berkata: 'Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu sebelum makanan itu sampai kepadamu. Yang demikian itu adalah sebahagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kemudian. Dan aku mengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub. Tidaklah patut bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu pun dengan Allah Yang demikian itu adalah dari kurnia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia itu tidak mensyukuri(Nya). Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek-nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya." (QS. Yusuf: 36-40)
Setelah dakwah yang sangat dalam ini dan setelah Yusuf mengemukakan argumentasinya kepada orang-orang yang bertanya, beliau mulai mentafsirkan mimpi yang mereka lihat, Kemudian Nabi Yusuf berdoa kepada Allah yang maha mengetahui untuk memberinya petunjuk. Kemudian Nabi Yusuf alaihis salam memberitahu ke pada si tukang roti bahwa ia akan disalib dan akan meninggal dunia. Sementara itu si tukang pemberi minuman akan bebas dari penjara dan kembali bekerja di tempat asalnya.
Hai kedua kawanku sepenjara! Adapun salah seorang di antara kalian akan menjadi pelayan menuman anggur untuk raja. Sedangkan yang lain, dia akan disalib dan kepalanya akan dimakan burung. Dengan ini soal yang kalian tanyakan itu sudah terjawab." (Qur'an surat Yusuf ayat 41)
Yusuf telah mengamantkan kepada seorang diantara yang akan dibebaskan katanya: "Ceritakanlah perihalku ini kepada tuanmu!" Tetapi setan telah membuat orang itu lupa akan pesan itu sehingga tidak sampai diceritakannya kepada tuannya. Oleh karena itu Yusuf terpaksa tinggal dalam penjara beberapa tahun lagi. (Qur'an surat Yusuf ayat 42)
Beberapa waktu kemudian, ternyata apa yang diceritakan oleh Yusuf benar benar terjadi. Si tukang roti mati terbunuh sementara tukang pemberi minuman raja kembali dimaafkan dan kembali bekerja di istana. Namun ketika kembali ke istana si tukang pemberi minum itu lupa menceritakan tentang pesan dari Nabi Yusuf kepada raja, ia telah dilalaikan oleh setan. Sehingga Nabi Yusuf pun tinggal dipenjara selama beberapa tahun.
Mimpi sang raja hingga Yusuf bebas dari penjara
Suatu hari, raja bermimpi dalam tidurnya. mimpi tersebut membuatnya gusar sehingga meminta para ahli tafsir mimpi untuk mentakwilkannya, namun tak seorangpun dari mereka yang memberikan jawaban yang memuaskan.
"Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): 'Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering. Hai orang-orang yang termuka, terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat menakwilkan mimpiku. Mereka menjawab: 'Itu adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu takwil mimpi itu.' Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya: 'Aku akan memberitahukan kepadamu tentang (orang yang pandai) menakwilkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya).' (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): 'Yusuf, hai orang yang amat dipercayai, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu agar mereka mengetahuinya.'"(QS. Yusuf: 43-46)
Kabar mengenai mimpi raja itu akhirnya sampai ke telinga petugas pemberi minum raja yang dulu sempat di penjara. Ia pun segera bergegas ke tempat sang raja dan menceritakan apa yang dialaminya bersama Yusuf. Kemudian raja mengutus orang itu ke penjara untuk menemui Yusuf dan bertanya kepadanya perihal mimpinya.
Beberapa saat kemudian pemberi minum raja itu mendatangi Nabi Yusuf as yang sedang berada di penjara. Utusan itu menanyakan kepadanya mengenai arti dari mimpi raja. Kemudian Nabi Yusuf pun mampu mentafsirkan mimpi sang raja. Ia menjelaskan kepada utusan itu, seperti yang diriwayatkan dalam ayat Al'Qur'an berikut:
Yusuf menjawab, "Kamu harus bercocok tanam selama tujuh tahun secara terus menerus. dari hasil panen yang kamu sabit, simpanlah dengan tangkai-tangkainya; hanya sebagian kecil sajalah yang boleh kamu makan." (QS. Yusuf: 47)
"Selanjutnya nanti akan datang masa paceklik pada tujuh tahun berikutnya, yang akan menghabiskan persediaan yang kamu asingkan. Hanya sedikit saja yang dapat kamu sisakan" (QS. Yusuf: 48)
"Sesudah itu akan datang musim hujan, hasil pertanian melimpah ruah, sehingga orang dapat membuat anggur dan sari buah." (QS. Yusuf: 49)
Setelah mendengar itu maka utusan tersebut menyampaikan apa yang diucapkan yusuf kepada sang raja. Mendengar semua penjelasan dari Yusuf, raja menjadi heran. Kemudian ia berkata “Siapa garangan orang yang dipenjara ini. Sungguh luar biasa. Ia menceritakan hal hal yang akan terjadi, bahkan lebih dari itu dia memberikan cara-cara mengatasi persoalan yang akan terjadi tanpa meminta upah atau balasan atau agar ia dibebaskan dari penjara”
Kemudian raja mengeluarkan perintah agar Nabi Yusuf as dibebaskan dari penjara dan dihadirkan kepadanya. Lalu utusan raja pergi ke penjara. Utusan itu bukan utusan pertama yang merupakan pembeiri minum. Namun ia adalah seorang yang menyandang jabatan penting. ia meminta kepada Yusuf agar keluar dari penjara dan menemui raja.
Namun ternyata Nabi Yusuf menolak keluar dari penjara kecuali semua tuduhan yang diarahkan kepadanya dicabut. Sebelumnya Nabi Yusuf masuk penjara karena tuduhan telah memotong tangan para wanita. Orang pemerintahan menggunakan berbagai macam kebohongan yang sulit diterima akal, namun bagi mereka itu adalah sesuatu yang sah. Dan Nabi Yusuf tidak akan mau keluar dari penjara jika tuduhannya tidak dicabut. Selanjutnya sang raja memanggil para wanita yang dulu pernah memotong tangannya sendiri. kisahnya dijelaskan dalam ayat Al'Qur'an berikut ini:
Raja bersabda, "Bawalah Yusuf ke hadapanku!" Tatkala utusan itu mendatangi Yusuf untuk menyampaikan perintah raja, Yusuf menjawab: "Kembalilah lebih dahulu kepada tuanmu, sebelum aku pribadi berhadapan dengan dia, dan tanyakan kepada Baginda: "Bagaimana sebenarnya pikiran para wanita yang memotong jari jemarinya itu? Sebenarnya Tuhanku Maha Tahu tentang tipu muslihat mereka." (Qur'an Surat Yusuf ayat:50)
Raja meminta keterangan dari para wanita, sabdanya: 'Apakah maksud yang sebenarnya maka sampai kalian menggoda Yusuf itu untuk menundukkan dirinya kepada kalian, adakah kecenderungan dari pihaknya untuk berbuat tidak sen0n0h terhadap kalian?' Mereka menjawab "Na'uudzubillah! semoga tuhan melindungi kami. Sepanjang pengetahuan kami, sedikitpun tidak mungkin berbuat c4bul." Kini, istri yang dipertuan mengaku terus terang, katanya, "Nah, sekarang pernyataan yang sebenarnya dari pihakku untuk semua! memang akulah yang mencmbu r4yu dia, bukan dia yang mer4yu aku. Dan dialah yang berada di pihak yang benar. (Qur'an Surat Yusuf ayat:51)
Setelah mendengar pernyataan langsung dari para wanita termasuk Zulaikha, maka raja yakin bahwa Yusuf tidak bersalah. kemudian sang raja memerintahkan agar Yusuf dibebaskan dari penjara.
Nabi Yusuf as diangkat menjadi menteri Mesir
Setelah Yusuf keluar dari penjara maka raja mengangkatnya menjadi mentri, seperti dalam ayat Al Qur'an berikut:
Raja bersabda: "Bawalah Yusuf ke hadapanku, aku hendak mengangkatnya menjadi pembantu pribadi. "Setelah bercakap-cakap dengan Yusuf sekedarnya, iapun bersabda: "Mulai hari ini, kau dianggat menjadi pejabat tinggi di samping kami dengan kepercayaan penuh." (Qur'an Surat Yusuf ayat:54)
Yusuf menjawab: "Angkatlah aku menjadi mentri urusan perbendaharaan negara! aku tidak akan menyia-nyiakan kewajiban itu, lagi pula aku tahu cara mengurusnya". (Qur'an Surat Yusuf ayat:55)
Yusuf menyatakan kesanggupannya bukan karena kesombongannya, tapi ia tahu bahwa ia tidak dapat berbuat banyak untuk kemakmuran rakyat tanpa jabatan itu di tangannya.
Kemudian masa paceklik itu pun tiba. Dan itu tidak masalah bagi negeri mesir, karena persediaan telah disediakan oleh Nabi Yusuf yang bisa menjamin dengan baik rakyat mesir selama tujuh tahun berturut-turut.
Nabi Yusuf 'alaihis salam berjumpa lagi dengan saudaranya
Saat itu kelaparan dan paceklik tidak hanya terjadi pada negeri Mesir, namun terjadi juga di negeri di dekatnya, seperti Negeri kan’an yang ditempati ayah dan saudara saudaranya itu Nabi Ya’qub as dan saudara saudarnya juga mengalami masa susah pangan.
Rakyat yang tinggal di negeri sekitar mesir juga meminta pertolongan ke Mesir, tidak terkecuali saudara-saudara Yusuf yang dulu pernah membuangnya. Mereka berbaris dalam rombongan orang orang yang membutuhkan.
Saudara-saudara Yusuf berdatangan ke Mesir. Mereka langsung memasuki ruang kerjanya. Yusuf segera mengenal mereka, tapi mereka telah lupa. (Qur'an Surat Yusuf ayat:58)
Tatkala Yusuf menyiapkan bahan pangan untuk mereka melebihi jatahnya, ia berpesan: "Lain kali, bawalah kemari saudara kalian yang seayah. Bukankah kalian telah melihat sendiri aku menyukat sukatan dengan cukup dan menerima tamu dengan ramah?(Qur'an Surat Yusuf ayat:59)
Saudara Yusuf yang datang ke Mesir sepuluh orang. Seharusnya mereka mendapat jatah sepuluh beban unta. Tapi Yusuf tahu yang tinggal di Kan'an ada dua orang lagi yaitu ayahnya sendiri dan adiknya Bunyamin. Untuk mereka, Yusuf menambahkan jatah untuk dua orang lagi.
Bila kalian tidak membawanya kepadaku, maka kalian tidak akan mendapatkan jatah lagi daripadaku. Bahkan janganlah kalian mendekat lagi ke negeriku ini. (Qur'an Surat Yusuf ayat: 60)
Mereka menjawab: "Kami akan berusaha membujuk ayahnya agar memperbolehkannya pergi ke mari. Kami sungguh-sungguh akan mmelaksanakannya"(Qur'an Surat Yusuf ayat:61)
Sebelum mereka pergi, Yusuf memerintahkan kepada pelayannya memasukkan kembali barang-barang dagangan yang mereka bawa untuk dibarter dengan bahan pangan.
Lalu Yusuf memerintahakan kepada pelayan-pelayannya: "Masukanlah barang dagangan mereka kembali dalam karungnya agar mereka mengenali budi baik kita setibanya mereka kembali di tengah-tengah keluarganya. Semoga mereka datang lagi"(Qur'an Surat Yusuf ayat:62)
Saat mereka tiba di rumah, mereka menceritakan tentang semua yang dialami ketika di Mesir termasuk pesan dari Mentri (Yusuf). Mulanya ayah mereka (Ya'Qub) keberatan apabila Bunyamin akan dibawa serta ke Mesir, namun akhirnya setelah sepuluh saudara Yusuf bersumpah atas nama Allah, Ya'qubpun memberi ijin dengan memberi pesan sebagai berikut,
Selanjutnya Ya'qub berpesan: "Hai anak-anakku! janganlah kalian masuk melalui wazir itu dari satu pintu secara serempak, tapi masuklah dari beberapa buah pintu yang berlainan seorang demi seorang. Namun berhati-hatilah, karena aku tidak dapat membela kalian dari ketentuan hukum Allah. Keputusan hukum hanyalah wewenang Allah. Kepada-Nya aku mempercayakan diri, dan kepada-Nya pula hendaknya orang yang tawakal mempercayakan dirinya." (Qur'an Surat Yusuf ayat:67)
Yusuf bertemu Bunyamin
Tibalah waktunya saudara-saudara Yusuf menuju Mesir termasuk Bunyamin. Merekapun melaksanakan pesan dari ayahnya dengan masuk melalui pintu yang berlainan. Saat Bunyamin bertemu dengan Yusuf, dirangkulnya saudara seibu yang sudah lama dirindukannya, kemudian Yusuf menjelaskan siapa dirinya sebenarnya.
Agar Yusuf dapat menahan Bunjamin, Yusuf membuat siasat yakni dengan memasukkan sebuah piala ke dalam karung Bunjamin(semacam mangkuk berkaki tempat minum dari emas, sebagian Mufassirin mengatakan dari perak). Akhirnya benjamin dapat bersama dengan Yusuf di mesir.
Selanjutnya Saudara-saudara Yusuf pulang menemui ayah mereka dan menceritakan tentang Bunyamin yang ditahan di Mesir, ayahnya kemudian menyuruh mereka kembali ke Mesir untuk mencari keterangan tentang Yusuf dan Bunyamin, dengan memberi pesan terlebih dahulu,
"Wahai anak-anakku! Pergilah kalian ke Mesir dan carilah keterangan tentang Yusuf dan Saudaranya (Bunyamin), dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah, kecuali orang-orang kafir." (Qur'an Surat Yusuf ayat:87)
Saat Anak-anak Ya'qub tiba di mesir untuk menukar barang dagangan dengan bahan makanan, maka saat itulah Nabi Yusuf 'alaihis salam menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya kepada Saudara-saudaranya yang seayah tersebut. Kisahnya dijelaskan dalam Al'Qur'an berikut ini:
Syahdan, tatkala mereka masuk menemui Yusuf, mereka berkata: Wahai Paduka yang mulia! kami skeluarga telah ditimpa bahaya kelaparan, sedang kami hanya membawa barang dagangan yang berharga murah. Namun beri jualah kami jatah pangan secukupnya. Kelebihannya, ganti bersedekah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah." (Qur'an Surat Yusuf ayat:88)
Yusuf berkata lantang: " Adakah kalian ingat akan kelakuan buruk yang pernah kalian lakukan kepada Yusuf dahulu, dan selang belum lama ini kalian tidak menyadari akibatnya?" (Qur'an Surat Yusuf ayat:89)
Mereka berbalik tanya: "Apakah engkau ini Yusuf?" Yusuf menjawab: "Ya! Sayalah Yusuf yang kalian aniyaya dulu, dan yang ini, adikku Bunyamin yang telah kalian pisahkan dengan aku. Allah telah mengaruniakan pertemuan kepada kami. Sebenarnya, barang siapa yang taqwa dan tabah, maka Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebajikan." (Qur'an Surat Yusuf ayat:90)
Meski saudara-saudara Yusuf telah berbuat aniyaya terhadap dirinya namun yusuf telah memaafkannya, dan membebaskan mereka dari berbagai tuntutan.
Kemudian Yusuf menyuruh mereka untuk pulang dan membawa keluarganya yang berada di Kan'an untuk ke Mesir, dengan membawa baju Yusuf untuk dilekapkan ke wajah ayahnya, Ya'qub. Selanjutnya mereka pulang ke negeri Kan'an untuk menemui ayahnya.
Sementara anak-anak nabi Ya'qub masih di perjalanan, di rumah, Nabi ya'qub dengan izin Allah dapat mencium bau baju Yusuf yang sedang dibawa oleh saudara-saudaranya meski jaraknya sangat jauh. Perasaan Nabi Ya'qub itu diungkapkan kepada cucunya, namun cucunya tidak percaya, karena kakeknya tersebut masih teguh berpendirian bahwa Yusuf masih hidup.
Tatkala pembawa berita gembira itu tiba, dilekapkannya baju Yusuf ke wajah Ya'qub. Serta merta ia dapat melihat kembali, lalu berkata: "Bukankah telah kukatakan kepada kalian bahwa aku dapat mengetahui dari Allah sesuatu yang tidak kamun ketahui:" (Qur'an Surat Yusuf ayat:96)
Nabi Ya'qub sudah lama tidak dapat melihat karena memikirkan anaknya, Yusuf yang berpisah sekian lama dan akhirnya dapat melaihat kembali dengan bantuan baju Yusuf. Melihat peristiwa itu, anak-anak Ya'qub memohon ampunan dan mengaku telah berbuat salah, dan Nabi Ya'qub berjanji untuk memohon pengampunan dari Allah untuk mereka.
Tabir mimpi Nabi Yusuf terdahulu
Berangkatlah Nabi Ya'qub sekeluarga ke Mesir, dan merekapun bertemu dengan Nabi Yusuf "alaihis salam, Seperti yang dijelaskan dalam Al'Qur'an berikut ini:
Tatkala mereka memasuki istana, Yusuf segera merangkul ayah bundanya segera berkata: "Selamat datang di Mesir! Insya Allah dengan selamat." (Qur'an Surat Yusuf ayat:99)
Maksud dari "ayah bundanya" adalah, ayah serta saudara perempuan ibunya yang telah dikawini oleh ayahnya sejak ibu kandungnya sudah tiada. Ini pendapat kebanyakan ahli tafsir, kecuali Ibnu Jarir dan kawan-kawan.
Yusuf menuntun kedua orang tuanya ke atas singgasana, lalu mereka semua meniarap sujud kepada Yusuf. Setelah itu Yusuf berkata: "Wahai orang tuaku! Rupanya inilah tabir mimpiku yang dahulu, di mana Tuhanku telah menjadikannya peristiwa nyata. Sungguh Dia telah mengaruniakan kebaikan kepadaku: mulanya ketika Ia mengeluarkanku dari penjara, lalu mendatangkan kamu semuanya kemari dari pedalaman, sesudah setan merusak hubungan baik antaraku dan saudara-saudaraku. Sungguh Tuhanku Maha Lembut terhadap barang apa yang dikehendaki-Nya. Dia-pun Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana." (Qur'an Surat Yusuf ayat:100)
Mimpi Nabi Yusuf yang pernah ia ceritakan kepada ayahnya akhirnya terwujud, saudara-saudara Yusuf yang berjumlah sebelas orang berikut dengan kedua orang tuanya. Semua sujud kepada Yusuf sebagaimana yang dilihat Yusuf dalam mimpinya. Sujud di sini bukan dalam pengertian ibadah, tapi dalam pengertian penghormatan. dalam syariat Nabi Ya'qub sujud penghormatan seperti ini, hukumya Harus.
Seketika itu Nabi Yusuf, berdo'a, ia bersyukur atas nikmat dan karunia Allah, sebagaimana dterangkan dalam Al Qu’ran :
“Tuhanku, Dikau telah mengaruniai daku kekuasaan, dan Dikau telah mengajarkan kepadaku tentang menakwilkan mimpi. sehingga terjadinya tepat seperti yang kuramalkan. Tuhan pencipta langit dan bumi! Dikau-lah pelindungku di dunia ini dan di akhirat nanti. Wafatkanlah aku sebagai seorang muslim, dan sejajarkanlah aku dengan orang-orang yang salih." (Qur'an Surat Yusuf ayat:101)
Penutup
Itulah kisah cerita Nabi Yusuf as yang dimulai dengan penderitaan yang bertubi tubi yang ia terima dengan tabah dan penuh kesabaran. Namun segala penderitaannya lenyap dan Allah mengangkat Nabi Yusuf as menjadi pembesar di Mesir dan akhirnya beliau menjadi raja. Nabi Yusuf 'alaihis salam meninggal dunia pada usia 110 Tahun.
Sumber:
Al qur'an
Subscribe to:
Posts (Atom)